Rabu, 15 September 2021

Refleksi Zona 2 Bunsay

 


Anggaplah sebuah perjalanan panjang bagaikan proses melukis, setiap jejak yang tercetak akan selalu ada decak harap dan terserak kejutan-kejutan yang membuatmu anti mangkrak. (Viana Wahyu)


Duhai,

Baru zona 2! 

Eiits, coba ubah deh menjadi Alhamdulillah sudah zona 2 🥰.

Adakah perbedaannya?

Kalau bagiku, ada perbedaan dari keduanya. Pernyataan pertama melukiskan (hihi kita lukis-melukis yaaa), perjalanan dan napas yang kita butuhkan akan sangat panjang, tapi yang kedua menyiratkan sudah ada pencapaian dan kita labuhkan syukur atasnya.

Lalu ada apa di zona 2? 


Warna di Zona Dua

Masih berwarna-warni perjalananku di zona ini, apalagi seiring dengan tema tantangannya yang berupa emosi, yaitu "Emotional Check-in". Meski lagi-lagi aku yang suka mengutak-atik ini memolesnya sedikit dan memberikan warna padanya, menjadi 

"Emotional Iman Check-in"

Tringgg, triingggg

Sejak memasuki gerbang di zona 2 ini, aku bertekad bahwa akan berusaha membangun emosi konstruktif, bagaimana pun tebalnya gulungan ombak. Hal ini kupilih karena Allah (masih) sedang menguji keluarga kami, berlanjut dari cerita di zona 1 hingga saat ini.

Tak ada yang bisa dipilih selain tetap bertahan dan berjuang menghadapi ujian-Nya. Aku percaya Allah tak akan meninggalkan kami.

Apa saja yang terjadi pada keluarga kami, rasanya tak perlu ya diceritakan di sini, saat ini. Tapi beberapa tergambar dari macam stimulus yang kutuliskan di tantangan selama 12 hari kemarin.


Pelangi di Zona Dua

Alhamdulillahi bi ni'matihi tatimusholihati

Atas izin-Nya pula berhasil melewati zona 2 dan insyaAllah sebuah kondisi perbaikan dalam ujian kehidupan ditunjukkan-Nya. Semoga Allah mampukan kami bertahan dalam perjuangan ini.

Terima kasih ya seluruh elemen di bunda sayang, teman-teman satu batch, khususnya teteh tersayang yang perhatian, kakawi yang baik dan telah mengingatkan untuk terus mengikat emosi baik selama hidup ini. 

Lalu ga bolehkah sesekali beremosi destruktif?

Ga ada yang ga boleh 😇 Semuanya adalah pilihan, namun dari zona ini aku makin merasa banyak teman bahwa tiap ibu pasti memiliki zona ujiannya masing-masing, mau memorak-porandakan dunia atau membuat dunia kita tetap tenang, tergantung pada hatimu. 

Emosi itu gulungan ombak, hadapi, taklukkan dan berselancarlah di atasnya. (Viana Wahyu)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar