geng motor bonek

Geng-Motor...Bonek

2 kata itu menimbulkan kengerian tersendiri dengan berbagai asumsi negatif di dalamnya. Apalagi jika kata2 itu digabung...Namun ini realita yang terjadi di bumi para pahlawan..bumi yang sering juga diartikan sebagai buminya arek2 bonek (bondo nekat).

Hal ini kudapati di dekat persinggahaanku selama tinggal di surabaya. Jalan karang menjangan adalah jalan tepat depan rumah. Dan setiap harinya, sekitar jam 23.00 mereka mulai beraksi. trek-trek-an atau kebut2an antar motor membuat malam yang harusnya mulai beranjak hening menjadi riuh. Mereka baru berhenti sekitar pukul 2 dini hari atau bahkan jika malam minggu mereka akan melanjutkan aksinya sampai lepas subuh.

Pernah suatu ketika aku mengantar adik kontrakan ke stasiun di ujung kota ini selepas subuh, dan puluhan motor berjajar di pinggir jalan dengan puluhan pemuda yang nongkrong di trotoar atau bahkan di pembatas tengah lajur kanan dan kiri jalan. Banyaak sekali...Untung tidak terjadi apa2 pada kami, sebab jika keluar rumah kita selalu berpakaian "preman"..berhelm standar, berslayer dan berjaket hehe..

Tadi pagi pun dalam reportase salah satu radio lokal, ada seorang bapak yang mengeluhkan kejadian ini. Namun beliau bilang "ya..mungkin karena energi yang tersisa dari malam minggu, mas" katanya pada broadcaster. Aku yang saat itu mendengar ingin rasanya nambah komentar, sebab itu bukan malam minggu saja..hampir tiap hari !!

jangan sampai kasus geng motor di jabar akan mengimbas daerah lain. Seandainya saja teman2 muslim mau merangkul mereka..ya, minimal aku pernah melihat aktivitas teman2 putera yang "mangkal di warung saat lepas malam" bisa dimanfaatkan...Bermula dari warung kopi berakhir di mushola.


Tidak ada komentar