Featured Slider

Sabtu, 01 Juni 2024

Jejak Kedua Kelana "Arunika Loka" Hexagon City

Kata 'mendiami' itu tidak (selalu) berarti diam, betul tidak? 

Kalau mengintip dari KBBI, kata men·di·ami v berarti menempati (rumah, tempat tinggal, dan sebagainya). Nah, mendiami sebuah kota tentu saja kita tidak mungkin hanya berdiam diri di dalam rumah atau salah satu sudut dari kota tersebut (sejauh ini begitu yaa semoga keadaan dunia tetap aman meskipun ada yang masih harus berjuang). Yaa kan ngapain kita repot-repot pindah atau beli rumah di sebuah kota jika akhirnya kita tidak menjadi bagian dari kota itu sendiri? Rugii, dong! Hihi gitu kali ya kata warganet. 🤭


Kota


Nah, saat ini bismillah atas keinginan sendiri dan alhamdulillah dengan izin dan dukungan suami serta anak-anak, viana berada di sebuah kota yang bernama Hexagon City. Kalau menurut Teman-Teman nama kota ini gimana? Jujur nih kalau buat vi, nama Hexagon City itu terdengar sangat besar karena ada kata 'gon', terlalu kejauhan engga sih kalau jadinya vi tuh mengimajinasikan dan menyambungkan dengan kata 'dragon' yang juga berarti besar dan penuh kekuatan. Namun, adanya kata city itu menjadi pemanis ya karena pengucapannya yang menjadi terkesan sweet, gitu. 

Senin, 25 September 2023

Larik Kejutan Emak Kepompong


buncek 4 ibu profesional


Persis roller coaster! 
Sebesar apa rasa yang ada dalam diri untuk membungkus sebuah kejutan?
Masyaallah kasih dan rahmat-Nya itu dalam sehariiii saja tak bisa diprediksi, apalagi dalam hitungan kesempatan dan usia yang ada pada kita. Sekejap bahagia, sekejap waswas, sekejap khawatir, sekejap senanglah hati, sekejap lagi apa? Kadang kita menerka dan kenyataannya tak disangka, atau mungkin menebak tapi prediksi kita tidak mengakhiri babak.

Jumat, 15 September 2023

Selapis Tabir Perjalanan Pupa

 



Sungguh, tidak pantas mengeluh atas semua hal yang sedang dikayuh. Hidup ini tak pernah berhenti selama kita mampu bergerak seirama detak kardio. Masih banyaaaak yang bisa disyukuri terhadap segala kesempitan yang menghimpit, meski terasa sekali dunia semakin sempit.

Emak kepompong sedang tidak baik-baik saja, hiks, sedang ada yang amat sangat urgent dan penting menyangkut keluarga untuk dikerjakan, di tengah kondisi raga yang tidak full energi dan anak-anak juga. Bentar lagi nyambung ya





Kamis, 14 September 2023

Sebuah Tekad Pupa

 




Lembar-lembar Kesempatan dan Sayap Peran yang Terpintal

 

catatan pupa buncek 4


Membutuhkan atau dibutuhkan? Rasanya kalimat pertanyaan itu yang harus selalu ditanamkan emak kepompong dalam-dalam di sanubari yang berkorelasi dengan puasa pekan kedua ini. Kebutuhan sebagai hal yang aktif atau pasif? 

Namun, peran itu sejalan dengan kesempatan bukan? Buat emak kepompong yang berujung pada "kebanyakan" menerima dan mengambil peran adalah ya karena anggapan bahwa yang datang adalah sebuah kesempatan. Sampai-sampai juga bilang ke anak-anak sebuah rumus begini,

Jika ada kesempatan + keinginan walau setitik= ambil kesempatan itu dan berusaha maksimal mewujudkannya

Tapiii jika ada kesempatan + tidak ada keinginan= buang jauh-jauh, semoga nanti akan datang kesempatan yang sama dengan keinginan yang beda jika itu memang rezeki


Dan hal tersebut termasuk ke dalam hal antirugi engga sih? Hihi, sifat emak-emak bangeeet kalau ini apalagi kalau misalnya kesempatan berperan itu gratis, hmmm pasti bisa menebak jawaban emak kepompong ya. Hanya saja selama puasa ini jadi berbeda-beda lo jawaban yang dihasilkan, tiba-tiba mendapatkan rencana untuk nanti bakalan puasa dari "banyak berkata iya". 💥

Rabu, 13 September 2023

Sebuah Permulaan Jejak Biru Baru

 



Suasana hati emak kepompong itu kok ya kadang masih dengan melihat ke atas. Hei, langit, senangnya melihat warna birumu. Sesungguhnya warna adalah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya yang berpendar di atmosfer kita. Dan ini emak kepompong masih sempat terbawa dan terngiang-ngiang dari beberapa bacaan akhir-akhir ini tentang kondisi bumi di masa depan.

Sampai kapankah langit akan tetap biru? Air akan tetap biru? 

Prediksi para ilmuwan berdasarkan kondisi bumi yang semakin menghangat ini (kalau siang tuh semakin panas ya apalagi jika tidak ada angin) bahwa semua keindahan yang masih bisa kita nikmati saat ini bisa jadi kelak hanya menjadi legenda atau tumpukan legenda sebab zaman di masa depan tak bisa diubah hanya dengan mengingat dan membaca legenda, juga sejarah. Ah, tetapi kalau sejarah mah sudah banya juga campur tangan manusia yang membuatnya. Sedangkan legenda menurut emak kepompong malah bisa lebih dipercaya di masa depan sebab dialami oleh sebagian besar umat manusia. Misalnya jika ada gerhana matahari, ada peristiwa alam apa pun yang terdokumentasikan. Hmm jadinya ini sih legenda plus dokumentasi fakta kali ya.

Inilah cerita emak kepompong dengan rasa yang semakin hangat saat ini, tetapi syukurlah udara terasa tidak begitu menyesakkan seperti sebelumnya, dan semoga tidak pernah lagi terjadi.

Selasa, 12 September 2023

Warna Kebahagiaan ala Emak Kepompong

 



Ada yang tahu bahagia itu warnanya apa hayooo? Hihi, emak kepompong ceritanya lagi hepi niih alhamdulillah kabut polusi yang menyelimuti kota kami sudah terurai. Awan-awan putih nan cantik sudah kembali terlihat mendandani langit yang biru. Apalagi ditambah dengan angin yang kadang sepoi-sepoi semilir bikin ngantuk dan seperti mengayun kepompong, tetapi juga mengembus dengan kencang seperti meniup rerumputan yang bergoyang. 

Meskipun memang ada konsekuensi dari semua ini yaitu sinar matahari yang teriiik menyengat kulit, tapi gapapa sensasinya malah seperti sedang berada di pantai. Ayuukkklah kita mantai, yuk! Kangen banget pengen ke pantai. Semoga segera bisa terlaksana dalam waktu dekat bersama keluarga emak kepompong. 

Eh iya, kembali ke warna kebahagiaan ya, mari kita telusuri deh di cerita emak kepompong kali ini.