Review Film Iqro My Universe, Kita Melangit untuk Membumi


Oleh : Viana Wahyu

Foto dok pribadi instagram.com/penaviana


Lihat...
Baca...
Iqro...

"Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)." (QS. Ar-Rahman 55: Ayat 33) 

Ayo Melangit...

Pernah merasa dunia masa kecil emak terflash-back dengan keseharian anak-anak di masa kini? Emak sering dong, hehe. Salah satunya ketika kesukaan emak melihat langit semasa kecil ternyata (baru) nyambung dengan film tentang luar angkasa yang ramah anak, Iqro My Universe.

Ada satu pertanyaan terkece nih dari film ini, yang dilontarkan suami kakak pemeran utama,
siapakah astronaut pertama bumi? 
yeayy emak seneng banget karena jawaban emak benar. Yuhuu.. jawabannya ialah, Nabi Muhammad saw lah yang menjadi astronaut pertama bumi bahkan ketika para ilmuwan antariksa belum lahir. Kisah itu terabadikan di Quran dan jika kita belajar lebih dalam ada, banyak bukti kebesaran-Nya ini. Maha Besar Allah..

Dan tahu tidak kenapa icon di google tanggal 20 Juli berlogo astronot ? Taraa.. itu karena kemarin menurut ceritanya genap 50 tahun pendaratan manusia bumi di bulan.

Jadi meskipun review filmnya terlambat gapapa ya, padahal pengajuan si mas sulung mengajak nonton bioskop sudah tanggal 14 Juli kemarin, ketika liburan hampir usai. Daripada belum bisa mengajak anak-anak jalan-jalan ke langit, emak dan bapaknya mengajak anak-anak ke bioskop saja dulu yaa...

Baiklah mari kita ulas film semua umur ini ya, gaesss (mode Azzam dan Zizie yang bergaya ala vlogger, hihi).

Bintang Mimpi Aqilla

Film ini bertutur tentang seorang anak gadis SMU bernama Aqilla ( Aisha Nurra Datau) yang bercita-cita menjadi astronaut. Kebiasaannya tiap hari pergi ke observatorium untuk menemui sang kakek, Opa Wibowo (Cok Simbara) yang merupakan salah satu profesor astronomi Indonesia.

Kehidupan sekolah digambarkan sebagai remaja pada umumnya yang penuh dengan rasa ingin tahu, ingin mandiri, dan berkompetensi. Apalagi ketika ada teman battle. Ada sosok teman sekolahnya yang juga pandai dan memiliki ambisi yang sama dengan Aqilla.

Hingga Aqilla menemukan banner lomba yang diadakan oleh LAPAN berupa kompetisi vlog bersama tokoh antariksa. Dengan hadiah mengunjungi pusat observatorium di Inggris. Wah, sebuah hal yang sangat membuat jiwa Aqilla tertantang. Ditambah teman battle di sekolah pun ingin mengikuti juga dengan menyampaikan rencananya ingin mengunjungi Siak, tempat salah satu calon astronaut Indonesia.

Dan Aqilla? Ia gamang, karena sang Opa tiba-tiba sudah akan berangkat ke Inggris untuk melakukan tugas astronomi ketika Aqilla ingin mengajak Opa nge-vlog. Dengan siapa ia bisa membuat video vlog? 

Indonesia pernah punya Calon Astronaut, loh

Film ini ternyata didedikasikan untuk Prof Pratiwi Pujilestari Sudarmono lho yang akan berangkat ke luar angkasa mengemban misi NASA pada tahun 1985. Keren ya Indonesia.

Prof Pratiwi rencananya akan berada dalam misi Space Shuttle STS 61-H sebagai seorang Payload Specialist. Namun sayang ada insiden meledaknya pesawat aerospace milik AS Challenger STS 51-L yang menyebabkan seluruh tim gagal berangkat (source : google)

Saya paling suka bagian ketika naik roller coaster. Hmm calon astronaut itu tak boleh teriak-teriak selama naik roller coaster lho, hayoo loh beda sama emak ya, hihi.

Dan bagian paling suka ialah ketika ada scene menampilkan bunga Krisan (Chrysanthemum) yang menjadi tugas terakhir Aqilla sebagai syarat dari Bu Tsurayya, calon astronaut yang hendak ia wawancarai. Bunga yang berdasarkan penelitian NASA merupakan bunga terbaik yang mampu menjadi pembersih udara. Kece ya!

Endingnya melangit atau membumi dong ? 

Apakah kamu akan tetap ingin menjadi astronot meskipun jika nanti vlognya tidak menang ? tanya bu Tsurayya pada Aqilla. 

Nama bu Tsurayya ini juga unik karena berarti kumpulan bintang atau planet. Pas banget ya dengan bidang beliau. 

Emak juga suka jawaban bu Tsurayya ketika Aqilla bertanya kapan manusia bisa tinggal di luar angkasa, dan jawabannya ialah

"bumi adalah tempat terbaik".

Juga ketika opa Wibowo bertanya, "apakah kamu mau bisa tinggal di luar angkasa tapi tidak bisa kembali ke bumi?" 

Bagaimanakah akhir dari perjuangan Aqilla untuk ikut lomba vlog LAPAN? Apakah ada keajaiban untuk Aqilla? 

Kalau buat emak, ini film kece deeh. Pesannya banyak tanpa harus banyak ngomel macam emak-emak ya hehe. Salut buat penulisnya yaitu bapak Iqbal Alfajri bersama semua kru dan juga Masjid Salman ITB yang menggagas film keren ini.

Selain yang tertulis di atas, dari film ini kita bisa tahu kalau roket itu mekanisme sederhananya dari lontaran pegas dan air (pernah bikin percobaan simpel ini ga mak?); ponsel yang kita akrabi tiap waktu ini berasal dari koneksi satelit di luar angkasa; sampah antariksa selalu melewati Indonesia karena Indonesia adalah negara di ekuator; nutrisi terbaik untuk semua makhluk hidup itu berada di bumi, meskipun manusia terus melakukan penelitian tentang kehidupan di luar bumi sana (emak pernah baca kalau ada bunga yang berhasil mekar di Mars, yaitu bunga Zinnia atau bunga kertas). Lebih jelas dan lebih banyaknya bisa belajar ilmu astronomi di ITB juga nih yaaa. Kerenn banget mengajak masyarakat belajar dan mengenal astronomi lewat film, karena jurusan astronomi setahu mak satu-satunya hanya ada di ITB.

Buruan lihat filmya ya.. Ajak rame-rame keluarga, sodara, tetangga, anak-anak yatim dan semuanya deh. In sya Allah semua seneng dan bisa terinspirasi dari film ini. Semoga semakin banyak ilmuwan rendah hati dan shalih yang terlahir dari Indonesia. Kita harus banyak belajar, harus jadi bangsa yang besar dan pintar. Meskipun emak bapak sudah beranak pinak (dan nantiii bercucu) tetap harus belajar agar tunas bangsa ini selalu mekar di bumi dan di langit dengan ilmu dan keshalihan.

Ketika kecintaan menjadi akar sebuah perjuangan
Maka bagaimana pun dramanya, akan selalu ada happy ending ❤

Barokallahu fiik..


(Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit. Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan." (QS. Ta-Ha 20: Ayat 53) 

Yuukk cusss ke planetarium dan observatorium.. atau murah meriahnya nanti malam ajakin anak dan suami lihat bintang di luar rumah masing-masing yesss maak 🌟🌟🌟😍😍🌏

Posting Komentar untuk "Review Film Iqro My Universe, Kita Melangit untuk Membumi"