Senin, 14 Desember 2020

Simplicity, Rahasia Bermain Bahagia ala Bunda



Hai Mak, 
Kalau lagi me time, suka main apa? 
Hihi, jangan anak-anak saja ya, yang main. Ambil jeda sejenak dari kerempongan dunia emak-emak, lalu pilih permainan kesukaan Mak deh.

Seperti wahana permainan di kampung komunitas Ibu Profesional yang kalau dinikmati benar-benar, seolah masa kecil kita datang lagi. Sayangnya kini sudah di babak main terakhir nih, belum rela rasanya berpisah dari wahana asyik yang seperti ini:

1. Layar tancap arena gobak sodor yang bikin hati bertabur harap.


Dengan istilah layar tancap saja pasti jadi ingat masa lalu kan? Apalagi yang pernah tinggal di kampung. Ada kalanya saat malam ada pagelaran film di tengah lapangan dengan memakai layar besar.

Nah, pada versi kampung komunitas, layar tancapnya ada di FBG Sambut Semai Kampung Komunitas Ibu Profesional. Dipandu oleh Yunda Saras, beliau menjelaskan filosofi dari penamaan arena main gobak sodor ini.


Lalu artisnya siapa?
Hadirlah Yunda Eci (Yesi Dwi Fitria, Ketua Kampung Komunitas IP) dan Yunda Nesri Baidani (Direktur Research Centre IP), lalu terputarlah waktu dengan obrolan-obrolan pembangkit semangat berkomunitas.

Berikut insightnya ya,

Insight dari Yunda Eci

Insight dari Yunda Nesri


2. Sarasehan warga tentang code of conduct Ibu Profesional


Kalau bahas code of conduct atau pedoman berperilaku adakah yang merasa dahi berkerut? Hihi

Nah, kemarin tetap dengan model layar tancap virtual di FBG, kita diajak duduk bersama sambil ngeteh di rumah masing-masing membahas studi nyata tentang CoC.

Dipandu oleh Yunda Ney, penyampaian dan review CoC oleh Yunda Uut (Utami Sadikin) sebagai Sekjend Ibu Profesional yang juga menyusun CoC IP menjadi terasa mudah untuk dipahami.
Selain memang sebelumnya kita sudah diberikan link CoC oleh Yunda Halida.

Naah, kita pun jadi lebih merasa berkesan ketika Yunda Uut menyampaikan kuis. 😍


3. Mini project yang uhuyyy

Nah, spesialnya di babak terakhir ini ialah adanya mini project yang bisa dilakukan mandiri atau berkelompok. Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan untuk mengerjakannya bersama kedua emak Depok yang masyaAllah kece. Beliau ialah Mak Ria Prihatini dan Mak Ardiana Primastuti (Mak Anna).

Sungguh ternyata bekal dari layar tancap gobak sodor dan sarasehan coc sebelumnya, menjadi amunisi banget untuk mengerjakan mini project secara khusus, dan secara umum menjadi seperti tiket masuk untuk siap berkomunitas nantinya.


Ketika mengerjakan minpro ini, saya masih ingat sekali apa saja pesan-pesan dari para yunda yang kece. Dan memang terbukti kalau layar tancap kemarin tuh beneran menancap di hati, eeeaaa.

Semoga emak-emak seangkatan di term Sambut Semai kali ini pada semangat juga ya. Kita pasti memiliki aliran rasa yang berbeda-beda, tapi semoga kita memiliki frekuensi kebahagiaan yang sama untuk nanti sama-sama menjadi warga komunitas. Aamiinn.

Kalau pusing?
Wajaaar sih, Mak 🤗 Kompleksitas peran dan pikiran kita sebagai emak-emak memang ada waktunya menjadikan kita memiliki kesulitan yang majemuk.



Kalau ala saya, sedikit tips tambahan menyambut semaian di saung sambut semai ini ialah, kita belajar menyederhanakan pikiran. Membuat kesederhanaan dari informasi yang masuk agar kita lebih bisa mengolahnya sesuai karakter diri kita. 

Menyederhanakan pola penerimaan kita dengan cara apa pun yang kita nyaman. Karena kesederhanaan itu dekat dengan kebahagiaan. 😍



🌷 Viana Wahyu,
Bakal warga kampung komunitas IP Depok

Note:
Sebenarnya tugas lengkap ada di drive, hihi gapapa ya, tidak dibagi secara umum 🤗


#AliranRasa3
#BabakMain3Orientasi
#KampungMainKomunitas
#KomunitasIbuProfesional






Tidak ada komentar:

Posting Komentar