Bekal untuk Bestie Hutan Kupu-Kupu

 

Bekal untuk Buddy buncek 4


Baru saja bertemu (kayaknya) sudah harus berpisah itu rasanya kayak mau ngicip sesendok sayur asem ternyata sendoknya jatuh ke sungai, karena anggap saja saat ini sedang berada di atas air nih. Kalau sendoknya ada banyak sih engga masalah, tapi kalau cuma bawa satu-satunya sendok? Pilihannya putar balik ambil sendok, mencari dedaunan yang bisa buat nyendok di sepanjang sungai, menyelam untuk ngambil sendok?

Ribet yaa 🤭

Jadi ceritanyaa nih, perjalanan larva sudah sampai di pintu keluar caterpillar. Dari yang kemarin bertemu dan ketemu teman kemping, lalu berpasangan, tidak boleh mendua, di pekan ini. Istilahnya adalah buddy (kok vi sepintas bacanya nih mirip sama tulisan hubby hihi), yang proses menemukan buddy pun dengan cara meminang-dipinang, terima atau tolak. Mirip kan sama perhubby-an 😂 tetapi ceritanya engga sama plek, coba ikutin alur kisah di hutan berikut ini. 




Terpinang-pinang 

Masyaallah tabarokallah padahal engga biasanya lho menyimak live magika karena bareng sama jemput anak bungsu, eeh tak lama dari selesainya siaran magika ada pinangan dari Mba Gesty 😍. Vi yang nangkap siaran magika di sesi pertengahan sampai akhir cuma memahami kalau etape kali ini diminta mencari buddy.

Sebenarnya vi masih memutar siaran tunda untuk mendapatkan bagian depannya, tetapi jika ada lamaran yang kita juga merasa klik di hati segerakan saja. Iya kan? Akhirnya sah deh perbuddy-an dengan Mba Gesty. 

Bismillah.

Selepas acara lamar-lamaran, kami pun ngobrol sambil mengulik rasa yang ada. Lalu saling bertukar testimoni selama kami menjadi larva. Gapapa ya vi pakai istilah larva aja, entahlah selama delapan pekan pakai istilah ulat kok rasanya bosan, hihi. Selain itu suka aja sama yang namanya ada huruf v *alasan yaa. 

Bertemu Mba Gesty ini sewaktu di perkemahan hutan. Kenalannya dari regional Gresik eeehh tak tahunya ternyata sudah pindah ke Depok, tetapi masih proses mutasi. Karena sesama orang Jawa dan kami memiliki banyak jejak dan cerita di tanah Surabaya, ternyataa beberapa teman pun samaan. Masyaallah. Jadi berasa kayak reunian dengan teman lama. 🤗

Me and My Buddy Buncek 4

Meskipun tidak bagaikan binang dibelah dua, karena memang kami tuh bertemu karena berbeda. Vi ini tipe perfeksionis (hiks) yang pengen ngurangin kadar kelaikannya, sedangkan Mba Gesty tipe yang bisaan apa aja. Wah kereeen Mba Gesty ini mah.

Ini mirip dengan realita dalam kehidupan keluarga kami dengan pasangan kami masing-masing. Paksu vi tuh berkebalikan dengan vi, masyaallah jodoh itu begitu ya, saling melengkapi kondisi pasangan. 

Tetapi Mba Gesty memberikan sugesti bahwa perfeksionis ini bisa diarahkan ke jalan yang benar, hihi. Aku sendiri pun merasa kalau untuk seni itu masih susah untuk bisa nerima di langkah pertama, selalu masih terasa kurang ini, itu, gayanya diganti ini itu, anglenya digeser ke sana ke sini. Kami pun sama-sama tertawa kalau untuk urusan keluarga mah standar kelaikan itu harus diatur biar terus akur. 


Bekal untuk Mba Gesty

Vi membuatkan bekal beliau berupa bingkisan virtual dan paket beneran. Alhamdulillah karena sama-sama masih satu kota, jadi pada awal ada arahan memberi bekal, vi sudah terpikir untuk mengiriminya hantaran. Rencananya sih pengen ketemuan, face to face, tetapi jadwal masih belum klop. Jadii yang menemuimu biar paket-paket dari vi dulu yaaa, Mbaaa. 🥰 Siapa tahu nanti kita bisa jadi sahabat pena kayak masa kecil vi dulu. 


Ini bekal virtualnya, karena Mba Gesty menyampaikan bahwa peta belajarnya tentang manajemen waktu, yang lebih merasa cocok jika menerapkan manajemen secara islami, tetapi merasa terlalu jauh merengkuh keseharian para assabiqunal awwalun, jadi aku mencoba membuatkan video belajar tentang manajemen waktu islami dari buku Time is Up, Manajemen Waktu Secara Islam oleh Syeikh Yusuf Qardhawi. 

Boleeh kalau mau ngintip bekal virtual untuk Mba Gesty

Berdasar dari buku di Ipusnas, vi bikinkan tips yang vi rangkum dan sedikit sharing tentang pengaturan waktu. Sebenarnya vi jadi ikut belajar juga tentang manajemen waktu ini karena masih ada deh sangkut pautnya dengan peta belajar vi untuk handling children dan client. Meskipun vi sharing pun bukan berarti lebih bisa, tetapi berharap kami bisa saling menguatkan dalam berteman dengan waktu ini.

Dan untuk bekal luringnya alhamdulillah bisa mengirimkan ke beliau kita ayat-ayat cinta-Nya yang semoga bisa menemani beliau untuk menjalankan pengaturan waktu. Memang membutuhkan keteguhan untuk meluangkan waktu agar bisa mengaji ini. Namun, dari yang vi rasakan menyempatkan ini tidak selalu mudah apalagi jika dikejar target ini itu. Jadi kalau vi biasanya mengusahakan (baca: memaksa diri) untuk bisa mengaji setelah salat lima waktu. Ini pun pada akhirnya menjadi penguat agar bisa salat di awal waktu supaya bisa mengaji. 






Oyaa karena Mba Gesty sempat bilang ingin belajar fotografi juga dan vi takjub bangeeeeet saat beliau bilang ternyata masuk kabin fotografi kampung bakat 3 😍. Yeayy asyik insyaallah nanti ketemu ya, Mba, jadi vi kirimkan juga buku motivasi memotret karya vi sendiri yang berjudul "Semua Emak Bisa Jadi Fotografer".

Semoga berkenan dan bermanfaat ya, Mbaaa Gesty.


Rona hati seperti anak gadis kami

Jangan ditanya masalah rasa, dari awal sampai di huruf ini pun vi berkisah tentang rasa, hihi. Alhamdulillaah senangnya berlapis-lapis, bahagianya berderet-deret. Ternyata sama dengan anak gadis kami, membuat hadiah untuk teman (kalau bidadari kecil menyebutnya bestie) itu menyenangkan. Senang dan berbinar wajahnya saat bundanya ini bilang "Bunda mau ngirim ini buat teman Bunda, Dek." Ternyata bunda sama juga dengan dirinya yang demen ngoprek ini itu.

Kalau kata suami, sifat dan kesukaan adek tuh mirip banget dengan istrinya ini. Bahkan termasuk sifat perfeksionisnya 🤭. Suami bilang "nyeni" untuk mengistilahkan ke-perfect-an yang juga diartikan kerempongan, hihi. 

Mengirimkan hadiah baik virtual maupun secara langsung itu seolah juga membangkitkan memori tentang sahabat pena. Vi memulai debut (eeeh kayak artis aja) sebut saja keasyikan di dunia persuratan ini sejak zaman SD. Seru sekaliii menerima surat dari sahabat pena yang berasal dari luar kota apalagi luar Pulau Jawa.

Kesenangan berkirim surat ini terus berlanjut hingga SMA. Surat-surat itu vi kumpulkan di kotak yang sayangnyaa harus direlakan pergi karena rumah orang tua terkena dampak saat Kota Ngawi kebanjiran. Rumah kami sampai terendam hingga dua meter, bahkan kulkas pun sampai terbaik. Allahu robbi. 😥

Dan kembali ke rasa di pekan terakhir tahap larva ini, seruu sih mencari bestie gini, meskipun beberapa teman bilang kalau sempat nyesek karena tidak diterima lamarannya, hiks. Namun, kemarin sempat memasangkan juga beberapa teman untuk menjadi soulmate, hihi masyaallah mirip kalau mau taaruf. Semoga pekan ini semua bahagia yaa.


Pesan untuk Sahabat

Dear, Mba Gesty Sayang

Meskipun nanti kita mungkin akan memasuki ruang baru, dimensi baru, yang entah bagaimana rasanya dan baru tahu saat kita telah memasukinya, jangan pernah merasa takut saat gelap menyergap, jangan sedih saat kesunyian adalah satu-satunya teman.



Kenanglah kebersamaan kita ini untuk kita semai kembali nanti. Bergandengan tangan mengejar mimpi bersamamu, duhai Bestie berpayungkan keyakinan kita pada cahaya-Nya yang akan selalu menjadi teman sejati kita. Insyaallah kita akan mengepak bersama dengan sayap-sayap indah kita yaa. Tidak apa walau rasanya seperti baru bertemu untuk berpisah lagi, sebab ada keadaan yang lebih indah menanti kita bersama dengan sayap cita. Peluk eraaaat dan tetap semangat. Luuv coz Allah. 🥰🤗








Posting Komentar untuk "Bekal untuk Bestie Hutan Kupu-Kupu"