Senin, 30 Juli 2018

Tips Membangun Hormon Oksitosin (Hormon Cinta) dalam Menyusui




Menyusui ialah sebuah proses istimewa. Memerlukan olah fisik untuk mempersiapkan "pabrik susu" terbaik untuk bayi bunda, kelembutan, kepekaan, kenyamanan dan yang paling penting ialah kecintaan. Namun seringkali medan kenyataan tidaklah segampang teori atau bayangan yang sudah dipersiapkan. Tak sedikit ada drama yang membuat jatuh bangun berderai dan berdarah-darah mengiringi perjuangan mengASIhi ini.

Tapi tenang bunda, yuk kita belajar yang asyik-asyikkk niih..


💞 TIPS MEMBANGUN HORMON OKSITOSIN (=Hormon Cinta) KETIKA MENYUSUI 💞



Selasa, 24 Juli 2018

Mengatasi Baby Blues pada Ibu Pasca Melahirkan

Baby Blues Harus Digerus 


Bunda takut sendirian dg bayi bunda?

Cemas dan panik tiba-tiba ?

Kadang berfikir ingin menyakiti diri sendiri atau bahkan si baby ?


Pernah mengalami atau menemui hal hampir serupa dg kasus di atas bunda ? Hayuuk mumpung masih hamil kita belajar agar jauh-jauh dari yg namanya baby blues yaa.. Apa tuh baby blues ?


Baby Blues Syndrome yang biasa juga dikenal juga dengan post partum distress syndrome merupakan kondisi yang memunculkan perasaan cemas, baper, gundah gulana, gelisah atau perasaan sedih yang di alami oleh para ibu pasca melahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada 14 hari pertama pasca melahirkan dan cenderung memburuk pada 3 atau 4 hari setelah melahirkan.


Namun jika mengalami kondisi yang sama melebihi batas normal yakni 2 minggu, maka baiknya segera berkonsultasi dengan dokter, karena di khawatirkan mengalami postpartum depression.


Yuukk usir jauh2 si baby blues


Minggu, 22 Juli 2018

7 Butir Kurma untuk Ibu Hamil

🌿🌰 *Kenapa Harus Kurma* 🌰🌿


Terilhami dari kisah persalinan Maryam yang tertuang pada ayat cinta-Nya,
_"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu."_ (QS Maryam : 25)

Sebuah keadaan yang memerlukan keimanan dan keyakinan, ketika seorang perempuan merasakan kontraksi pastilah berada dalam kondisi yang lemah. Namun dg izin Allaah, Maryam mampu menggoyangkan pohon kurma yg kokoh dan akhirnya berguguranlah buah2 kurma yg penuh berkah.


*Apakah hikmahnya persalinan Maryam ?*
🌼 Hakikat pohon kurma itu sendiri ialah perlambang kesuburan dan kejayaan. Dan bentuk pohob kurma yg lurus tegak seperti angka satu mengisyaratkan bahwa ketika melahirkan seorang perempuan hanya memiliki satu tujuan hidup,  yaitu menjalani takdir-Nya
🌼 Makan dan minum selama proses persalinan akan menjadi simpanan tenaga yg bermanfaat
🌼 1 butir kurma pas sekali untuk sekali suap. Hal yg lumrahnya susah dilakukan bunda untuk makan krn harus berdamai dg kontraksi yg kian menguat
🌼 Di dalam kurma terdapat hormon oksitosin yg secara alami membantu persalinan


*Ada rahasia menakjubkan dalam kurma*
🌰 Nutrisi dalam kurma nyaris lengkap bahkan dalam sebuah studi disebutkan mungkin akan menjadi makanan masa depan (Al Shahib dan Marshall, 2003)
🌰 Kandungannya sekitar 27 mikronutrien dan makronutrien akan membantu menaikkan kadar HB bumil. Rendahnya Hb akan membuat bunda lemas dan bisa mengalami kondisi sulit.


💖 *Kenapa harus 7 butir kurma?*
Menurut  _Jurnal Obstetri Gynaecology_,2011 yg melakukan eksperimen pada 114 bumil usia 36 weeks hingga persalinan yang diminta *mengkonsumsi 6 butir kurma setiap hari* ternyata didapatkan hasil bahwa
🔅proses pembukaan pada bumil yg rutin mengkonsumsi kurma lebih cepat yg berarti pula sakit akan kontraksi akan lebih cepat berakhir pula
🔅83% selaput ketuban pada bumil yg mengkonsumsi kurma lebih kuat sehingga menurunkan angka KPD
🔅Potensi persalinan spontan lebih tinggi
🔅Akan menurunkan potensi induksi oksitosin sintetis
🔅Kala satu pada bumil yg rajin mengkonsumsi kurma akan berlangsung lebih cepat (dg kurma kurang dari 8.5 jam-- sedang non kurma rata2 15 jam)

🌟 Dengan dasar penelitian di atas yg menggunakan 6 butir kurma setara dg 60-67 gram kurma atau sesuai dg kebutuhan Fe yg dibutuhkan bumil setiap hari 🌟

Naah ternyata dalam Islam, Rasulullaah dalam hadits riwayat Bukhari (no 5769) dan Muslim (no 2047) (155), _"Barangsiapa mengkonsumsi 7 butir kurma Ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun atau sihir."_

⏰ *Waktu terbaik makan kurma*
Rasulullah biasa memakan 7 butir kurma di waktu Dhuha. Untuk kebutuhan khusus misalnya Hb rendah menjelang persalinan, maka makanlah kurma lebih banyak, 2 atau 3x waktu makan, dengan setiap kali makan 7 butir. Maksimalkan khasiat kurma dg memadukannya bersama susu, telur, daging, vitamin C (mis:jeruk, jambu biji) dan vitamin B (mis: kacang hijau)

🍯 *Cara nikmat menyantap kurma*
Tipe orang Indonesia kayaknya bosan nih ya bun kalu makan manis gini tiap hari 🙈
Naah berikut ini ada tips dari Rasulullaah dan kondisi kekinian yg bisa bunda coba
🌰 Ganti jenis kurma. Kurma yg disarankan ialah Ajwa. Bunda bs coba2 varian lain yg berbeda tekstur dan kekuatan manisnya
🌰 Air nabeez.
Cara membuatnya : rendam 7 butir kurma kurang lebih 9 jam (malam-pagi)
🌰 Jus kurma.
Cara membuat : blend kurma dan susu tanpa tambahan gula lagi. Jumlah susunya sebatas kurma bisa terendam, bagusnya dg susu segar, atau bisa jg dg susu UHT.
🌰 Makan bersama keju
🌰 Makan bersama mentimun
🌰 Makan bersama semangka
🌰 Tambahkan kacang almond. Keluarkan biji kurma dan ganti dengan memasukkan kacang almond panggang
🌰 Smoothies kurma. Ada banyak ide kreatif ya bun yg tidak menghilangkan khasiat kurma. Berikut salah satunya : blend kurma dan pisang, boleh ditambah sedikit kayu manis jika suka, tambahkan jg chia seed (boleh skip)
🌰 Salad kurma, selai kurma, dll mungkin bisa bunda variasikan sendiri ya. Tetap diperhatikan cara mengolahnya agar tetap mengkonsumsinya dalam kondisi segar agar tidak mengurangi khasiat kurma


⚘Bidan Viana⚘
*Bidanmudabergerak*


Sumber :
Rahayu, Mugi. _Persalinan Maryam Melahirkan Keshalihan._ 2017 Yogyakarta : CV Pradita Utama

Website _Almanhaj.or.id_ dikunjungi pada 23 Juli 2018 : 12.45

Dan dari sharing teman2 dan ibu2 alumni KBC


Senin, 12 Maret 2018

Jumlah Anak dan Jumlah Kebahagiaan

💖 *Jumlah Anak dan Jumlah Kebahagiaan* 🎁
Oleh : Viana Wahyu


Bismillaah


Pernah merasa kalau kumpul keluarga besar itu seru bukan main ketika lebaran ?

Atau merasa sepi-sepi saja baik di wa grup keluarga atau dunia nyata karena saudara hanya satu atau malah tak punya saudara sama sekali alias anak tunggal ?

Yang punya kakak atau adek banyak ngacuunggg 😃

Atau yang punya dan bercita-cita punya anak banyak ngacuunggg 😍


🍃Pada akhirnya, semua penilaian tentang anak akan berubah ketika ada orang tua kita yang tiada... 😭 Mari belajar bersama dari yang sempat tertuang berikut,


Jumlah anak dari masa kapan pun tetap hangat diperbincangkan. Jika pada masa lalu para buyut kita berbangga hati dengan jumlah anak yang banyak maka seiring perkembangan iptek dan mungkin juga kebutuhan ekonomi maka berkembang jumlah anak yang minimalis seiring dengan petak-petak rumah yang kian minimalis 😱


Fitrahnya, bila throwback pada kisah penciptaan Nabi Adam as dan Siti Hawa, manusia tak akan pernah bisa hidup sendiri dan tak akan pernah tenang hidup tanpa orang lain, apalagi yang dinamakan saudara (satu udara~satu rahim~satu darah)

Maka menjadi sebuah kebahagiaan bila manusia memiliki saudara yang banyak, kakak dan adik yang banyak, keluarga inti yang berjumlah banyak dan keluarga besar yang besar 😄


Halnya dengan yang namanya semakin banyak anak maka akan semakin banyak kesulitan, tentu hal ini tak selamanya benar. Benar jika artinya ialah semakin banyak anak maka akan semakin banyak kebutuhan. Menghidupi dan mencukupi 10 anak yang masih usia sekolah (sekolah juga makin mahal, cyiiin) tentu beda dengam kebutuhan 2 atau 1 orang anak saja. Akan butuh effort lebih dari para orang tua yang beranak banyak dibanding jumlah anak yang sedikit.


Dan pertanyaannya ialah apakah dengan banyak (dan pasti hiruk pikuk) anak dalam satu rumah maka hanya sedikit kebahagiaan yang ada ?


Berikut kata seorang pakar yang dikutip dari web theasianparents,

Penelitian terbaru dari Universitas di Australia menemukan bahwa orangtua paling bahagia adalah yang memiliki banyak anak. Menurut Dr. Bronwyn Harman dari Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial di Edith Cowan, hal ini masuk akal.

Dr. Harman telah meneliti lebih dari 5 tahun, tentang tipe keluarga macam apa yang paling bahagia. Ia mewawancarai ratusan orangtua dari berbagai macam latar belakang keluarga yang berbeda untuk mengukur ketahanan mereka, dukungan sosial, harga diri, dan kepuasan hidup.

Kejutannya adalah, ternyata kebahagiaan sebagai orangtua ditentukan oleh seberapa banyak upaya yang kita habiskan untuk keluarga. Orangtua dengan 4 anak atau lebih adalah yang paling puas dengan kehidupan mereka. Mereka lebih menikmati, daripada merasa kewalahan oleh kekacauan dalam keluarga besar mereka.


😄😄😃😃😃


Stres mungkin iya ya bun (colek emak2 sesama rempong 😄) dengan kondisi beban belajar anak sekarang (soal kelas 2 saja sudah seperti kelas 4/5 ya kan buun), rumah yang berantakan, anak yang belepotan dengan aksi mereka, anak yang rebutan 😅 daan sudah pasti harus minta maaf ke suami karena keruwetan hari itu ketika suami tiba di rumah.


Jika bunda mengalami hal di atas, itu wajar ko. Tapi yakinlah bahwa sunah Nabi-Nya pasti membawa hikmah untuk kita, “Menikahlah kamu, berketurunanlah, dan perbanyak keturunan, karena sesungguhnya aku akan bangga dengan jumlah kamu di antara umat yang lain (H.R. Abu Daud dan Nasa’i)_

Naah bukankah in sya Allaah semakin banyak anak kita maka akan semakin dekat kita dengan kecintaan Rasulullaah saw yang bangga dengan jumlah anak yang banyak.

Serta yang paling penting dari jumlah anak ialah, ketika orang tua kita tiada, bahkan ketika diri kita yang telah jadi orang tua tiada, maka terputuslah segala pahala amal kecuali ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan anak yang shalih.

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)


Tentu saja dengan keberadaan anak semasa di dunia akan rugi jika kita tak menjadikan mereka sebagai sumber-sumber kebahagiaan di antara penat-penat kita. Dan berharap ketika raga sudah terpisah dari jiwa, kita akan selalu dekat dengan anak-anak kita dan kembali diijinkan berkumpul di surga-Nya.

Semua lantaran salah satunya doa anak-anak yang (kalu menurut saya) *semakin banyak anak semakin banyak yang mendoakan kita kelak, in sya Allaah*. _Yuk punya anak banyak_ 😍😄



Depok, 13 Maret 2018