Satu Niat dan Seribu Alasan



 Foto by  Viana



Satu Niat Memiliki Seribu Alasan untuk Bersegera Melakukannya atau Terus Menundanya (Viana Wahyu)

Broken the Limit!

Sebab nyatanya faktor X yang membuat kita susah berjalan, susah fokus, susah menggapai mimpi itu disebabkan oleh diri kita sendiri. Sehebat apapun sekolah atau kelas-kelas pengembangam diri yang kita ikuti, motornya adalah diri kita sendiri. Bila pun ada bengkel, maka montirnya adalah kita sendiri.

Apalagi emak-emak.. Ketika anak masih bayi, emak beralasan bayi sering menangis dan minta dibuai. Ketika anak beranjak sekolah, emak sibuk jadi madrasah bergelut pikiran dan hati saat banyak PR dan ujian sekolah. Ketika kerja, emak limit waktu untuk keluarga dan tak bisa membelai kata-kata.

Ah, ribuan alasan bisa terukir.
Indah teruntai
Tapi
Sejatinya kita kalah.

Bahkan rumah sakit sekalipun yang menampung para pencari kesembuhan, tetaplah mengikutkan faktor X pada diri manusia yang berobat di sana. Mungkin kita bisa sembuh dengan obat, dengan terapi, dengan operasi. Namun semua adalah penunjang.

Faktor terbesarnya ialah NIAT.

Bahkan Rasulullah sendiri berpesan pada umatnya, bahwa setiap perbuatan bergantung pada niatnya. Kita akan diberikan ganjaran kebaikan sesuai perbuatan baik.

Artinya, sebenarnya kita dimudahkan untuk berbuat baik. Kita diringankan untuk melangkah pada jalan setapak kehidupan ini.

Namun, satu niat memiliki seribu alasan!

Apakah kita akan bersegera merealisasikan niat atau hanya terus menundanya dengan seribu alasan.

Foto by Viana


Patahkan limitmu 💪

Jika kau bisa menulis 1000 alasan kenapa harus mewujudkan niatmu, maka tak perlu ada 1 alasan saja untuk menundanya. Satu alasan menunda bisa meruntuhkan seribu alasan kenapa harus berbuat.

Ayuk,
Bersegera lakukan sedikit demi sedikit alasanmu harus mewujudkan niatmu
Yakinlah, suatu ketika pohon niatmu akan berbuah manis

Atau
Biarkan saja niatmu berteman debu di pojokan ruang rasamu
dan kau hanya akan memanen waktu yang terbuang di tahun yang telah hilang

Semangat... !


Viana Wahyu
Depok, awal 2020 bersama semangat #GerakanIbuMenulis #IbuProfesionalDepok
"tahun hanyalah bilangan, bisa berganti tapi tak bisa mengganti hati, apalagi mematahkan hati, jika kau punya hatinya yang hanya untukmu dan hatimu yang hanya untuk-Nya" ⚘

Tidak ada komentar