harga sebuah es-em-es

Bismillahirrohmaanirohiim,

Tulisan ini kutujukan untuk diriku dan saudara2 ku
yang kian sarat dengan amanah dakwah
semoga bisa menjadi pelajaran

Saudaraku….

Harga tertinggi sebuah ukhuwah adalah ketika kita bisa merasakan apa yang saudara kita rasakan dan mencintainya seperti kita mencintai diri kita sendiri. “ Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.” ( HR. Bukhari-Muslim)

Saudaraku...
Seperti judul di sebuah majalah bahwa bisa jadi musibah yang saat ini menimpa saudara2 kita adalah juga karena kita ikut andil di dalamnya. Kita tidak peduli..kurang perhatian..bahkan bisa saja lantunan do’a pun jarang terucap untuk saudara2 kita..Apabila seorang kader dakwah lari dari barisan maka jangan sekali2 kita men-judge itu karena kurang militannya sang kader atau alasan lainnya, sebab bisa saja kitalah yang menyebabkan mereka lari dari barisan ini..

Coba jujur, ketika al akh tidak hadir syuro tahukah kita penyebabnya, pernahkah terbesit keinginan untuk bersilaturahim saat seorang kader tidak pernah muncul..? atau kita masih terlalu sibuk dengan amanah2 yang tak pernah akan berhenti dan kian bertambah..??? Atau malah saat saudara kita sakit tak ada keinginan sedikit pun untuk menjenguknya..?? Hmm..saya rasa tidak sampai separah itu, sebab saya yakin walau sebatas do’a yang antum baru bisa lakukan, semua akan menjadi catatan pertimbangan tersendiri dalam hal muamalah.

Ada sebuah pelajaran tentang ukhuwah yang dialami seorang ikhwah di sebuah tempat yang jauh dari rutinitas ikhwah, sebab ia ditugaskan di suatu wilayah yang terpencil. Satu-satunya sarana komunikasi hanyalah Handphone..kala kepenatan menggarap lahan baru ia rasakan apalagi charge-pekanan belum bisa ia temui, maka ia pun menghubungi saudara-saudaranya di tempat yang lain. Intinya sang ikhwah meminta diberi taujih agar lebih bersemangat. Ia mengirim sms pada lebih dari 2 orang..Namun sampai seharian tidak juga Hp-nya berbunyi..Sepii...Tiap kali ia melirik ke layar hp-nya tak ada sedikit pun kehidupan, tanda surat atau tanda telephone..! Hmm..ia masih berhusnudzon, dengan tetap berharap ada balasan dari saudaranya yang lain maka dengan pulsa yang masih tersisa ia pun menghubungi saudara2nya yang lain..” Wah, paling teman2 ku lagi sibuk banget, nih!” Emmh atau barangkali tidak punya pulsa..”akhirnya sms pun ditebarkan ke nomor teman2nya yang alhamdulillah sudah dihafal di luar kepala ( Nah, ada berapa nomor saudara kita yang sudah antum hafal ?? ) Dan, tahukah antum apa yang kemudian terjadi..???

Alhamdulillah, semua sms tadi tidak satu pun yang terbalas ( karena berarti itu mengajari sang ikhwah untuk tetap husnudzon dengan skenario Allah yang lain ) ! “Allahu Akbar...!! saudara2ku kok ya janjian kalo tidak ada pulsa, sampai2 satu sms buatku pun tidak ada..” Cerita tidak berakhir di situ, akhirnya ada sebuah sms masuk..tapi hyaa ternyata sms dari seorang ikhwan yang dengan PD-nya memberi sebuah taujih ! ( Cerita tadi dialami seorang ukhti di sebuah tempat tugas ).



Saudaraku...
Saya pribadi berharap agar cerita di atas atau yang hampir mirip tidak akan pernah ada lagi dalam ukhuwah kita...apalagi di rumah dakwah! Bukannya menggugat atau menyalahkan saudara2 saya yang akhwat tapi memang fenomena yang saya rasakan pun juga hampir sama dengan yang dialami ukhti tadi..Dan ketika ada sms balasan pun itu sudah “expired” – baru dua hari kemudian dibalas- Pun saya tidak menyalahkan tidak adanya pulsa untuk membalas sebuah sms karena memang banyak kebutuhan yang harus didahulukan ( sampai2 ada ikhwah yang bilang “seorang aktivis itu makanannya adalah pulsa..karena uang jatahnya lebih banyak dihabiskan untuk pulsa daripada buat jasmaninya..” ) Atau bila kondisi di atas tadi antum rasakan apa yang akan antum rasakan ? Apa yang antum lakukan..??

Beberapa kali saya mencoba mencari jawaban atas keheranan saya tentang ssm Saya tidak tahu apakah sms dari ikhwan ke akhwat atau sebaliknya yang memang segera butuh jawaban expres, kilat, gpl atau apapun istilahnya atau hanya rasa tidak enak bila tidak segera dibalas atau karena ada perasaan yang lain yang tidak bisa dijelaskan saya tidak tahu...karena fenomena yang ada adalah jika sms ke teman2 akhwat ( sesama akhwat ) sering sekali lambat balasnya, atau malah tidak dibalas ! “ AFWAN, UKH..TIDAK PUNYA PULSA..” selalu begitu alasannya jika pada akhirnya mereka bertemu karena tidak sengaja di tengah jalan atau suatu pertemuan. Lantas kenapa ketika sms ke teman2 ikhwan tidak atau mungkin jarang berlaku kondisi demikian ??? Jika mereka ( baca : ikhwan ) tidak punya pulsa saat disms akhwat mereka selalu mengusahakan untuk membalas sms dengan meminta sms pada temannya, dan sms balasan itu ( yang selama ini saya tahu ) tidak pernah “expired” kalaupun lama, waktunya masih bisa ditolerir ! Wallahu ‘alam seperti apa kondisi sebenarnya tapi ketika sms itu berlaku antar akhwat maka jangan sampai saudara kita malah lari ke lawan jenis karena tidak care-nya kita pada saudara kita. Masak akhwat kalah sama ikhwan..?? ( pertanyaan ini boleh dibalik kok )

Belum lagi ketika dibutuhkan sebuah jawaban yang cepat saat butuh koordinasi yang mendadak. Ketika sms itu akhirnya nyampai ke staf, teman2 tidak segera membalas kesediaannya. Seharusnya ada kesepakatan di antara teman2 jika memang tidak punya pulsa ( ex : jika tidak dibalas alias diam maka berarti jawabannya iya, meniru jawaban diamnya seorang perempuan…) tapi masalahnya dengan “diam” tadi itu artinya sms-nya nyampai atau tidak? atau malah memang sudah terkirim tapi yang bersangkutan tidak segera membuka sms karena hp yang ketinggalan atau lupa kalo di-silent…Atau mbokya telephone atau lebih bagus lagi menemui yang mengirim sms kalo memang kondisinya tidak ada pulsa dan tidak ada yang bisa diminta pulsanya.

Dalam berukhuwah hendaknya kita menjadi yang aktif, jangan jadi pasif Jangan menunggu tapi jemputlah kesempatan itu ! Bila saudara kita tidak ada kabarnya maka luangkan waktu untuk bersilaturahim atau minimal sms atau minimal miss call, sebab tatkala kondisi seseorang lagi down maka saudaranyalah yang bisa meneguhkannya…SATU SMS Taujih antum sangat bisa menegakkan langkah saudara kita, ukhti ! SATU SMS bisa menentukan langkah sebuah gerakan, SATU SMS berarti bergerak…bergerak untuk membangun kuatnya pondasi ukhuwah…bergerak untuk menuju cintaNya… bergerak menuju perubahan…SATU SMS tidak akan membuat antum tidak bisa makan, bukan ? So kala SATU SMS menghampiri Hp kesayangan maka jangan biarkan ia lewat begitu saja. ALLAH MELIHAT USAHAMU..Jika kau bersungguh-sungguh maka akan kau dapatkan. Namun jangan sampai SATU SMS walaupun hanya sekali ia kan menjadi duri kala sms itu ditujukan ke lawan jenis, jangan berselimut taujih atau perhatian2 yang lain yang tidak penting hanya akan membuang2 pulsa dan akan mengotori hati kita. Bila antum sms taujih ke akhwat ( bagi para ikhwan ) atau ke ikhwan ( bagi akhwat ) sudahkah saudara antum yang sejenis mendapatkan taujih itu ? Mungkin saja hati kita tidak ada perasaan apa-apa namun apa ada jaminan bahwa yang menerima sms akan juga berfikiran seperti antum ? ?

Bantu saudara-saudara kita untuk mendapatkan kembali semangatnya..bantu mereka untuk bersama-sama membangun sebuah peradaban..bantu mereka untuk menjaga hatinya ( antar lawan jenis )…

“ Barang siapa melepaskan salah satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melepaskan salah satu kesusahan hari kiamat darinya. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah menolong hambaNya selama hamba itu menolong saudaranya..” ( HR. Imam Muslim)

Wallahu ‘alam

Kalaupun ada kebenaran semuanya atas petunjuk Allah semata
Kalaupun ada banyak kekurangan dan kekhilafan sehingga ada hati – hati yang terdzolimi itu karena keterbatasan saya semata…( menerima kritik dan saran )
AFWAN JIDDAN..


Baitus Syauqi, 130906 : 11.21 am
special for akhwat..sepertinya kita perlu
belajar manajemen SMS, nih..!

2 komentar

  1. kalo aku ikhwan sama akhwat sama saja... kok ukh...karena memang sering muiskiin pulsa...(jadi bukannya masalah siapa yng sms, tp masalh nggak punya duit)...yang nggak penting2 ya nggak dijawab... soalnya gak enakan kalo minta pulsa ke orla. hehe... maklumlah... maaph ya kalo pernah tak gituin juga... mbales pulsa kan tetep pake fiqh aulawiyat... hehe... kadang tinggal ada pulsa untuk satu atau dua kali sms, ya... pilih2 sms mana yg paling kudu dijawab.. ya toh... pst anti juga pernah merasa yg seperi itu... hehe...

    BalasHapus
  2. sorry mbak...
    kupikir "memukul rata" setiap orang tuh gak bagus deh...
    bukannya gak hati2, tapi percaya deh... diluar sana... ada orang-orang yang niatnya benar-banar lurus. insya Allah...

    coba kunjungi http://dakwahpelopor.blogspot.com
    thanks...!

    BalasHapus