Biografi Semerbak sang Cinta Sejati




Sungguh indah cinta mengungkap cinta, cinta yang membuat yang kita cintai semakin kita cinta lewat tutur penuh cinta dari insan yang ia cintai...


Ketundukan pandangan seorang laki-laki muda yang dikenal sebagai Al-Amin, di hadapan seorang perempuan terhormat, businesswoman terbaik, dalam perbincangan tentang bisnis ke Syam, ternyata menggoreskan sebuah kesan yang mendalam pada jiwa perempuan anggun tersebut.

Selama perbincangan, sang lelaki senantiasa menundukkan pandangan. Dan hanya sekali seingat sang perempuan, bahwa lelaki di depannya sempat mengangkat wajahnya. Tampaklah seutas senyum yang menghias dari pemuda pemilik kening yang lebar, dagu yang lepas, dan pesona mata hitam serta gigi yang putih. Rekaman momen sesaat ketika ia menerima pendelegasian kafilah dagang dan mengucap terima kasih. Lalu kemudian kembali menunduk.

Ah, hatinya sedang mengagumi pemuda itukah?




Buku Pink Berkisah...

Ia adalah seorang perempuan biasa yang bergelar 'wanita yang suci' (thahirah) pada masa Jahiliah. Perempuan yang cantik dan berpribadi baik itu pernah menikah dengan Abu Halah an-Nabasy ibnu Zurarah at-Taymi yang wafat lebih dulu dan mereka memiliki anak bernama Hindun dan Halah. Kemudian ia menikah dengan Athiq ibnu Aid al-Makhzumi, dan memiliki anak lagi bernama Hindun. Sepeninggal kedua suaminya, banyaklah para laki-laki yang ingin meminangnya dengan mahar besar. Namun sang perempuan yang bernama Khadijah binti Khuwailid menolaknya. Ia memilih membesarkan anak dan bisnisnya.

Terlahir di Arab dari keluarga yang dikenal kaya, cerdas, terhormat, berakhlak mulia, yaitu ayahnya bernama Khuwailid ibnu Asad ibnu Abdil Uzza ibnu Qushay dan ibu Fatimah binti Zaidah, Khadijah masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah. Nasab mereka bertemu pada nenek Khadijah dari pihak ibu yang bernama Halah binti Abdi Manaf, dan Abdu Manaf sendiri ialah kakek ketiga dari Rasulullah.

Khadijah memiliki kecerdasan dan kepekaan tinggi serta perhitungan yang tepat dengan meminang Rasulullah. Beliau mendobrak tradisi untuk meninggikan perempuan. Di dalam buku ini disebutkan, "Jika seorang wanita berhak mengatur urusan-urusannya sendiri, mengapa ia tidak boleh memilih seorang laki-laki untuk menjadi pendamping hidup dan ayah untuk anak-anaknya?". Pun Khadijah memilih Rasulullah karena kemuliaan, kepiawaian Rasulullah mengelola aset bisnisnya.

Beginilah yang tertulis,

Wahai anak pamanku, aku berkeinginan untuk menikah denganmu atas dasar kekerabatan, kedudukanmu yang mulia, kebaikan akhlakmu, integritas moralmu dan jujurnya tutur katamu.


Maka kisah cinta dua insan yang mulia itu pun dimulai dengan pernikahan yang agung. Perhelatan yang melibatkan dua bani besar nan terhormat di Arab, dilaksanakan setelah 2 bulan 15 hari dari kedatangan Rasulullah dari Syam. Mahar penuh cintanya ialah 20 ekor unta merah menurut riwayat. Ketika itu Khadijah berumur 40 tahun dan Rasulullah berusia 25 tahun.

Romansa Abadi

Kemuliaan dari dua orang yang mulia pun memancarkan cahaya kebaikan yang beranak pinak. Rasulullah menjadi suami idaman yang luar biasa. Meski ketika menikah, Khadijah adalah seorang janda, namun kisah-kisah yang mengurai kecintaan beliau pada Khadijah amatlah banyak dan menawan.

Dalam rumah tangganya, Rasulullah tak pernah memaksakan kehendak. Beliau menjunjung tinggi bermusyawarah dengan Khadijah. Menjadi suami yang perhatian dan menjadi pendengar yang baik. Tidak pernah menolak maupun mengecewakan hati Khadijah tercinta.

Buku bersampul lembut berwarna merah muda seolah memggambarkan pribadi Khadijah yang anggun, suci dan tulusnya cintanya. Meski usianya tak lagi muda namun pesonanya luar biasa bagi Rasulullah. Hingga ketika Khadijah kembali ke haribaan Allah pun, Rasulullah masih terus menyebutnya, menghormati dan menyayanginya sampai-sampai menggelorakan kecemburuan di hati Aisyah.


Kuncup-kuncup yang Menggembirakan Hati

Diceritakan bahwa di tahun kedua pernikahan mereka, Khadijah merasakan kegalauan. Tanda-tanda kehamilan belum juga nampak menghampirinya.

Sedangkan anak-anak dari pernikahan Khadijah yang terdahulu juga tinggal bersama dan disayangi Rasulullah.

Hingga sampailah pada titik kepasrahan, akhirnya pada tahun ketiga Allah menitipkan ruh dalam rahim Khadijah.

Betapa bahagianya Rasulullah dan Khadijah. Persiapan jelang proses persalinan pun diceritakan detail. Dari buku ini kita bisa tahu nama penolong persalinan Khadijah yaitu Salma, pelayan perempuan bibi Rasulullah, Shafiyyah binti Abdul Munthalib.

Lahirlah kuncup pertama dari pernikahan Khadijah dan Rasulullah yang diberi nama "Qasim". Rasulullah pun terkenal dengan Abul Qasim yang lahir ketika beliau berusia 29 tahun. Pada hari ketujuh dilaksanakanlah aqiqah dengan mencukur rambut serta memotong dua ekor kambing.

Ada yang membuat berbinar sekali ketika mata tertumbuk pada kalimat, para wanita Quraisy beranggapan bahwa semakin banyak anak, semakin besar pula kebahagiaan dan kemuliaan mereka. Karenanya mereka memilih anak yang sudah dilahirkan agar diasuh dan disusui oleh wanita lain agar mereka lebih cepat hamil lagi.

Begitu pun Khadijah. Hanya beberapa bulan kelahiran Qasim, ia pun hamil kembali.

Persalinan kedua kembali ditolong Salma. Namun anak kedua ini perempuan, yang diberi nama "Zainab". Ketika itu Khadijah sudah berusia 45 tahun.

Betapa terharunya Khadijah ketika Rasulullah sama-sama bahagia meskipun anak yang dilahirkannya perempuan.

Namun Qasim ternyata lebih disayang Allah. Pasangan berbahagia ini harus kehilangan Qasim di usia 2 tahun.

Tapi Allah menggantinya dengan lahirnya kuncup-kuncup yang menghidupkan rumah mereka. Lahirlah kemudian anak perempuan bernama "Ruqayyah". Hingga kemudian lahirlah "Fatimah", di usia Khadijah yang ke-50 tahun. Menurut Khadijah, wajah Fatimah-lah yang paling menyerupai kecemerlangan paras wajah Rasulullah.

Berikut nama putra-putri Rasulullah dan Khadijah:
1. Qasim ibnu Muhammad
2. Abdullah ibnu Muhammad
3. Zainab
4. Ruqayah dan Ummu Kultsum
5. Fatimah

Lalu...

Ada banyaaakk kisah dan sejarah di dalamnya. Terkhusus ketika menjelang Rasulullah diangkat sebagai Rasul. Peran Khadijah amat masyhur untuk mendukung Rasulullah. Ia lah yang menenangkan, membesarkan hati Rasulullah, menjadi orang pertama, wanita pertama yang masuk Islam. Mendukung perjuangan Rasulullah dengan pemikiran dan hartanya. Khadijah pun bergelar "Ummul Mukminin".

Maka.. kepergian Khadijah amatlah pedih dirasakan Rasulullah. Betapa istri yang tulus mendampingi dan membahagiakannya harus pergi ketika perjuangan memuliakan Islam begitu penuh ujian.

Tapi skenario Allah tak pernah salah..
Allah sudah menetapkan kadar dan episode-episode kehidupan Khadijah dan Rasulullah dengan begitu manisnya. Dalam buku ini pun menyebutkan keistimewaan Khadijah yang langsung mendapatkan bimbingan Allah dengan mengarahkan Khadijah untuk menjadi pendamping hidup Rasulullah.  Dan hanya dari rahim Khadijah-lah anak keturunan Rasulullah berasal.

Bahkan Rasulullah pun dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah mengistimewakan Khadijah dengan: Sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Muzahim, istri Fir'aun."

Masya Allah..

Tak akan rugi meminang buku ini dan kini pasti ada cetakan terbarunya.

Selamat memanen cinta bersama buku pink penuh cinta ini..

Judul : Khadijah The True Love Story of Muhammad
Penulis : Abdul Mun'im Muhammad
Penerbit : Pena
Cetakan ke-/ tahun : VII/ 2008



---------♡♡♡--------

Oleh: Viana Wahyu

Meski terlambat tapi diniatkan untuk #oneweekonewriting bertema Biografi pada Kelas Minat Menulis Ibu Profesional Depok








Tidak ada komentar