Permainan dan Cermin sang Ratu


Seyogyanya sebuah permainan, maka outputnya diharapkan ada sebuah kebahagiaan dan senyum semanis bulan sabit. 

Tapi jika emak-emak yang main? 

Apakah akan menjadi sebuah aktivitas menggembirakan seperti halnya saat para anak-anak itu bermain?

Ibu Profesional mempunyai lembar permainan yang seru di saung 'Sambut Semai'. Yuk, silakan intip permainan ala emak-emak ini 😄

Pertama, bayangkan diri Mak sebagai seorang Ratu, Queen, atau apa saja yang Mak merasa suka.


Permainan yang tidak sembarang main

Penantian adalah gerbang yang membuka pintu permainan, tiket para emak sebelum nanti kembali belajar di komponen institut yang telah dipilih kemarin saat her regustrask. Untuk mendaratkan langkah pertama agar kembali bisa mengikuti pos berikutnya dalam Ibu Profesional, maka para emak Ratu menjalani permainan yang berupa lembar pengenalan di babak awal.

Untuk pertama saya jatuh cinta pada templatenya, lucu! Ada seorang emak versi kartun (semua versi kartun ya) yang dinamakan mbok Bekel. Tahu kan bola bekel? Tapi si mbok ini mengenakan baju daerah Jawa dengan seutas senyumnya.

Terima kasih Mbok, saya bayangkan dirimu adalah pramu tamu yang menyambut kami. 


Ayo kita berkeliling

Setelah menuliskan nama di lembar pertama, oya uniknya di sini ialah kita bebas memilih lembar mana dulu yang akan diisi. Untuk pertama, saya menulis nama dan identitas. Kan taaruf. Setelah salam lalu sapa, kan? 😄

Lalu, terbentanglah peta kehidupan yang hanya mak Ratu yang bisa mengisinya.

Kita diminta untuk menuliskan apa saja yang menjadi kesukaan, kebisaan, passion dan juga lembaran inspiratif, tak lupa ada lembar pentingggg banget menurut saya, yaitu ketika saya diminta menuliskan semacam kesan orang terdekat pada diri saya. Hihi, di sini ga bisa rikues yaa, karena orang akan menilai diri kita. 

Dan akhirnya semua lembaran itu, selesaii ...!

Meski jujur, lembaran ini meminta diisi dengan berpikir, menemukan apa yang belum pernah kita temukan. Misalnya, ketika kita diminta menuliskan berapa poin dari ketidak sukaan dan kesukaan kita. Saya sendiri sempat stuck di sini, ketika kurang beberapa nomor lagi untuk diisi.

Tapi ternyata akhirnya setelah mengendapkan pikiran, menyelami diri, akhirnya saya menemukan jawabannya.


Apa hikmahnya? 

Ya, seperti perjalanan, selalu akan ada hikmah yang berserakan. Saya sendiri selain menyukai berkelana karena tujuannya yang biasanya menarik, juga menyukai apa saja yang mengiringi perjalanannya. Dan ini beberapa hal yang saya temukan, yang di Ibu Profesional kami menyebutnya: Aliran Rasa.

Satu, senangnya berkesempatan menjadi 'Ratu Salju' yang baik dan berbincang dengan cerminnya.

Ini hanya ada dalam bayangan saya yaaaa 😄

Jika di dongeng putri salju diceritakan setiap kali sang cermin ditanya, maka jawabannya akan menyampaikan siapa yang tercantik, dan ratu saljunya digambarkan sebagai sosok yang kurang baik, maka di lembar main ini kita akan menerima jawaban terbaik, bukan tercantik saat kita berbincang dengan cermin.

Hanya dengan cermin, kita bisa menemukan ragam potensi yang ada dalam diri kita. Dan bersyukur sekali cermin jujur ini bisa membuat Mak Ratu senang karena bisa menemukan hal-hal yang perlu penggalian lagi.

Kau tahu, Mak. Ada yang lebih indah dari sekadar sebuah kecantikan. 

🌷 Kebahagiaan yang terpancar dari hati menjadikan wajah lebih cantik daripada polesan dandanan.

Saya menemukan, ah iyaaa, saya ternyata suka begini, saya tuh ga bisa diginiin, saya tuh dan saya tuh, lainnya 😄. 

Terima kasih ya, cermin.

Dua, hepiiii punya waktu 'sendiri'

Ga bisa dipungkiri bahwa kesibukan sebagai emak-emak adalah kesibukan 24/7. Masih ingat the power of seven to seven? 

Jadi saat kita belajar (baca: bermain) di babak satu ini, bisa sebagai waktu me time kan? Saat istimewa untuk menyamankan diri dan talk to our self.

Seperti halnya istirahat, me time ini adalah jeda sejenak dari aktivitas. Dan alhamdulillaah, selesai bermain ini saya pun bahagia. 


Tiga, optimis.

Emak Ratu sangat senang dengan motivasi yang dibangun dari tiap lembaran main. Bahkan dari podcast yang disampaikan untuk membangun rasa percaya diri kita. 

Sebab, bagaimana pun Ratu akan kembali ke istana terindahnya, membangun kembali kebahagiaan bersama sang raja dan pangeran serta putri-putrinya. 

Seorang kerajaan akan menjadi bahagia dan sejahtera jika semua merasa optimis, dan Ratu adalah jantung yang menggerakkan kehidupan berputarnya kebahagiaan di kerajaan.

Alhamdulillaah,

Begitulah aliran rasa yang mak rasakan. Meski hanya dalam bayangan, tapi semuanya seolah jadi nyata dengan peran main yang mak wujudkan sebagai emak ratu.

Mungkin berlebihan, hihi. Tapi mungkin ini salah satu cara untuk meraih kebahagiaan.

Kita tak harus menunggu menjadi sempurna untuk bermimpi sempurna, lakukan saja hal yang membuatmu bahagia" (Viana Wahyu)

Selain quote di atas, dulu saya juga pernah menulis begini saat NHW matrikulasi,

Bila kita belum selesai dengan urusan kita sendiri, maka kita tak akan pernah dan belum bisa diberi amanah mengurus orang lain.

Muliakan suami dulu karena surga kita ada padanya, maka anak-anak kita akan tampak sebagai malaikat yang membentangkan jalan surga di bawah telapak kaki kita

Terima kasih cermin main,

Terima kasih mbok Bekel

Terima kasih Ibu Profesional dan segenap ayunda.❤

#AliranRasa1
#BabakMain1Orientasi
#KampungMainKomunitas
#KomunitasIbuProfesional


Posting Komentar untuk "Permainan dan Cermin sang Ratu"