Realita yang Bercerita

 


Sejauh apa pun kaki melangkah, tetap rumah adalah tempat terbaiiikkkkk. Meskipun sedemikian rupa warnanya, bentuknya, umurnya, dan apa pun itu di dalamnya. Memang berpindah tempat untuk sementara itu membuat pulas baru kehidupan, tetapiii mungkin begitulah karakter orang Indonesia. Entahlah apakah hal ini masih berlaku untuk yang berada di luar negeri. Namun, buat emak kepompong sih keluarga itu adalah tahta terindah di hati.

Dua malam kemarin emak kepompong merasakan kurang sehat, kalau tidak minum obat itu rasa badan seperti layu, tetapii kalau minum obat benar-benar seperti kepompong yang tertidur. Jujur emak kepompong tidak tahu sih apakah memang seperti itu kondisi kepompong di dalam sleubungnya itu, bisa merasakan sakit jugakah? Fungsi tubuhnya pun mungkin tidak lagi seperti saat masih belum menjadi pupa karena proses peleburan bentuk dan fungsi masyaallah. Namun, pasti ada hikmah dari proses yang sedang dialami emak kepompong ini dengan sakitnya, bisa jadi salah satunya adalaaah dengan hanya cerewet di menulis ya, hiksss sedihnya ada jadwal yang harus terelakan tidak berjalan sesuai jamnya.



Posting Komentar untuk "Realita yang Bercerita"