Saat Kepompong (Sedikit) Terusik

 




Hai, kepompong apakah kamu pernah merasakan galau dan sedih dengan kesendirianmu? Atau perasaan apa yang sempat kamu rasakan di dalam selubung? Emak kepompong tuh sebenarnyaa ingin banget menjadikan masa mandiri adalah masa pikniknya jiwa dengan passion yang terpilih di peta belajar. Namun ternyata sempat merasakan juga rasa engga nyaman di dalamnya.

Rupanya ada gesekan yang mengganggu proses kemandirian itu. Menurut referensi proses menjadi kepompong adalah "masa tidurnya" larva dalam perjalanannya menjadi kupu-kupu. Jadi mereka itu tidur dong yaa, kalaupun ternyata ada gesekan maka itu berarti bisa jadi si kepompong sempat terbangun atau mungkin hampir bangun karena ada gangguan di sekelilingnya.


Perasaan emak kepompong hari ini banyak rasa siiih, hati yang bergemuruh itu ngaruh juga ya ke proses memahami dan memasukkan ilmu. Ini mungkin perasaan emak kepompong saja yang terlalu sensitif bin melankolis, seharusnya bisa cuek, seharusnya tidak usah menghiraukan hal-hal yang hadir. Namun, gimana dong ya kalau kayak di jalan aja tuh saat sedang berkendara ada bunyi klakson, padahal sebenarnya bukan diarahkan ke emak kepompong, tetapiii tetap saja merasa kalau itu untuk si emak. Apalagiii jika ada klakson yang memang benar diarahkan ke emak.

Proses belajar untuk menjadi kreatif dalam pemotretan tentu saja terganggu sih karena adanya perasaan yang tidak mendukung. Bagaimana bisa kreatif, memikirkan ide antimainstream, dan mengeksekusi dengan bahagia jika saat ini saja perasaan sedang tidak menentu.

Sedih siiih, tapi namanya perasaan ia kan hadir sendiri tanpa kita bisa mengaturnya. Berpura-pura bisa menerima keadaan dan menyembunyikan rasa itu mungkin sesaat membantu, tetapi seharusnya perasaan itu untuk disalurkan, untuk disampaikan dan jangan hanya dipendam sendiri. Jadi yang dilakukan oleh emak kepompong adalah dengan mengutarakan rasa itu, dengan menghadirkannya agar menempati tempatnya, memang tidak nyaman sih saat harus melakukannya. Namun, jika kita memendam perasaan itu malah akan menjadi bom atom yang sewaktu-waktu akan bahaya jika meledak.

Emak kepompong mengunci rapat-rapat selubung, mengeratkan badan yang sedang meleleh dan memposisikan yang nyaman. Saatnya harus bisa tidur lagii.

Hari ini aku memahami bahwa ternyata sebelum kita belajar, mengisi kembali tangki ilmu, menyimak penyampaian ilmu kita harus melapangkan dulu hati kita. 




Posting Komentar untuk "Saat Kepompong (Sedikit) Terusik"