Sudut yang Lain

 





Sangat berharap ketika kami kembali lagi ke Depok, kondisi udara akan lebih baiiikk jauh sebelum kami yang sekarang berada di luar kota. Bahkan kalau bisa menjadi seperti semula, tanpa adanya angin atau kondisihttps internal yang membuat udara di Depok memburuk (se-Indonesia lagi menurut berita).

Bersama suami kami membahas tentang polusi yang ada di Depok, Jakarta, Bekasi dan sekitarnya karena tampak sekali bedanya kalau misalnya kami sedang perjalanan mudik. Emak kepompong yang doyan banget cerita sepanjang jalan sering melihat ke langit untuk menemukan awan. Kami sering mengajak anak-anak (ini emaknya ding yang sering karena bapak kepompong mah serius dan fokus menyetir) untuk menemukan maksud dan arti dari awan-awan putih. Ada bentuk naga, burung, dan hewan-hewan lain atau juga pose manusia, semua hampir punya persepsi masing-masing, deh. 

Termasuk perjalanan kali ini. Jadi kita ke mana?


Sayangnya kondisi emak kepompong yang kurang fit juga menjadikan submit di saat kami berakhir pekan di luar kota juga sempit, apalagi saat bisa istirahat selonjoran. Mata, pikiran, dan badan susah dikondisikan. Jadilah terlewat waktu submitnya (lagi) hiksss.

Mungkin sugesti atau bisa jadi beneran juga dari efek yang ditimbulkan dari menurunnya kualitas udara di kota kami. Rasanya lebih nyesek gitu dan di hidung terasa semacam ada debu-debu yang masuk. Hiks ini emak kepompong banget karena hidung termasuk bagian yang paling peka kalau sakit. 

Pas akhirnya bapak kepompong ngajakin keluar rumah masyaallah seneng banget, apakah ini termasuk salah satu jawaban dari segala keadaan?

Saat kami memulai perjalanan keluar kota kami, langit tampak di mana-mana, namun kondisinya semua sama, tidak tampak satu awan pun, selain matahari yang alhamdulillah bisa menembus selimut jerebu. Beneran deh rasanya itu seperti berada dalam selubung debu tebal sampai-sampai memang tak lagi bisa melihat langit biru dengan aneka bentuk awannya.

Apakah saat selesai masa kepompong semuanya akan berakhir? Jadi ini tuh bisa jadi semacam jalan hidup yang terkoneksi ke dunia nyatakah? Semoga saja tidak.


Kondisi kepompong hari iniii

Masih dalam masa menjadi ayunda kaba 3 alhamdulillah jadi bisa mengulang kembali pengalaman dan ilmu tentang fotografi. 















Posting Komentar untuk "Sudut yang Lain "