Kotak-kotak Otak Perempuan

Bismillaahi...




Kita tidak diminta bisa menjalankan semua peran di kehidupan semesta, kita hanya diminta bersungguh-sungguh pada peran peradaban kehidupan kita (Viana Wahyu)

NHW #7 kali ini okeee banget dan bikin terkesima dengan pemaparan dari Ibu, videonya bisa disimak di sini yaaa

Video Inspiratif Ibu Septi Peni

Apa yang membuat kita berbinar-binar dalam menuju kemuliaan diri dan keluarga maka in sya Allaah kita sedang berproses menuju bunda produktif. Dan di NHW 7 ini kita akan diajak untuk mengenal potensi diri melalui tes bakat, kemarin saat ada kulgram pun alhamdulillaah bisa menyimak paparan langsung dari abah Rama. Kereen sungguh keren.





Namun seperti pernah saya singgung atmosfer kelas di pekan ketujuh yang memang butuh lesatan energi, ternyata memang kami harus butuh banyak belajar dan harus banyak lagi berusaha bijak dengan waktu.

Saya kemarin sudah membuat kerangka berpikir untuk NHW 7 ini dan seperti biasa saya endapkan dulu, tapi ternyata endapannya tidak sesuai target hiks, maaaap yaa mak fasil (self jewer inih)

Sebelumnya kita mengenal otak dulu di sini yaa. Mengapa saya menempatkan otak di sini di awal pembahasan, karena bagi saya inilah aset berharga dalam mengerjakan segala potensi dan kekuatan yang akan lebih dimaksimalkan agar tujuan produktivitas tercapai. Dan otak pula yang menjadi inti perilaku, sifat, karakter, dan tentu saja fitrah kita.

Refferensi Tulisan Tentang Otak Manusia


Otak Laki-Laki Dan Perempuan

Secara umum, setidaknya terdapat tiga titik
perbedaan antara laki-laki dan perempuan yaitu: struktur otak, organ reproduksi, dan cara berpikir.

Struktur otak laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan pada
1. Corpus calossum
2. hypothalamus
3. inferior parietal lobe (lobus parietal bawah)
4. hippocampus.

Perbedaan anatomi ini akan berimplikasi pada perbedaan cara dan gaya melakukan sesuatu termasuk belajar. Secara umum ukuran otak berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Laki-laki memiliki ukuran otak lebih besar dari perempuan. Dalam proses perkembangannya pun otak pada laki-laki dan perempuan tidak mengikuti pola yang sama. Secara umum pada laki-laki yang berkembang terlebih dulu adalah otak kanan kemudian otak kiri. Namun pada perempuan perkembangan otaknya lebih berimbang antara  otak kiri dan kanan.

Perbedaan hormon juga memperkuat ekspresi perkembangan otak laki-laki dan perempuan. Hormon testosteron pada laki-laki membuat laki-laki senang akan tantangan, suka bersaing, beradu gagasan dan konsep, sehingga laki-laki senang (betah) berdiskusi atau rapat. Sedang perempuan juga senang berkumpul, namun karena hormon yang dimilikinya didominasi oleh Estrogen dan progesteron, membuat mereka lebih memilih damai, santai, dan seterusnya sehingga ketika perempuan berkumpul, yang mereka nikmati adalah ”momen berkumpulnya” bukan pada materi atau substansi berkumpulnya.

Kondisi perbedaan ini juga mempengaruhi pilihan aktifitas dan posisi yang dijalani. Umumnya perempuan akan lebih banyak menekuni aktifitas yang sejalan dengan fitrahnya seperti sekretaris, bendahara, seksi konsumsi, dan sejenisnya yang umumnya banyak menjadi spesifikasi perempuan.

1. Rahasia Corpus Calossum dan Keunikannya

Duhai emak, simak berikut ini. yang sering kita keluhkan pada suami 🙊

Ada bagian pada otak yang bernama Corpus Calossum berupa materi putih yang terdiri atas serat penghubung dua belahan otak. Fungsi utamanya untuk memfasilitasi
koordinasi, komunikasi, dan pertukaran informasi antar belahan otak kiri dan kanan. Corpus calossum perempuan berukuran lebih tebal ±30% dari laki-laki. Perbedaan ketebalan
tersebut dominan berada di area keterampilan linguistik (isthmus dan splenium).

Hal ini menjadikan setiap bagian otak laki-laki akan bekerja secara terpisah, sehingga mereka lebih cepat untuk konsentrasi dan fokus pada apa yang dikerjakannya saat itu, tapi di saat
bersamaan tanpa disadari pendengarannya akan menurun. Naah, pasti pernah mengalami ya 😄

Sedangkan perempuan, karena
struktur Corpus Calossum yang lebih tebal ini memungkinkan otak bisa bekerja secara bersamaan, dan menjadikan mereka multitasking, mampu mengerjakan dua atau lebih pekerjaan yang tidak berhubungan sama sekali pada waktu yang bersamaan.

Dalam hal berbahasa, Corpus calossum
yang lebih tebal menjadikan perempuan ketika berbicara bisa lebih lancar dan tidak terbatas atau terpaku pada satu topik pembicaraan.

Secara anatomis juga terbukti bahwa pusat bahasa pada otak perempuan penyebarannya pada kedua belahan otak jauh berbeda dari pada otak laki-laki. Tidak heran perempuan lebih punya kemampuan berkomunikasi dibanding laki-laki baik melalui kata-kata, nada suara, empati, atau gestur tubuh.

Menurut dr. Aisyah Dahlan, laki-laki berbicara rata-rata 7000 kata, sedangkan perempuan
20.000 kata setiap hari. Ini sih benar sekali yaa

Sensitivitas Hypothalamus

Hypothalamus merupakan bagian otak yang mengeluarkan hormon  yang digunakan untuk mengendalikan organ dan sel-sel tubuh. Fungsi utamanya adalah memastikan dan
mempertahankan sistem tubuh berjalan dengan baik (homestasis). Beberapa fungsi spesifiknya antara lain respons terhadap berbagai stimulus, mengatur sistem endokrin (hormonal),  mengontrol sistem saraf otonom seperti regulasi suhu tubuh, mengatur asupan makanan, udara dan rasa haus, mengontrol siklus harian dan perilaku fisiologis, mengontrol respons emosi, dan  fungsi-fungsi kunci lainnya seperti pengaturan perilaku yang terkait dg eksistensi hidup (berkelahi, makan, melarikan diri, seksualitas dan reproduksi, dsb).

Secara umum hipotalamus  laki-laki terutama pada preoptic region berukuran 2,5 – 3 kali besar dari perempuan. Kondisi ini menjadikan laki-laki memiliki tingkat kepekaan terhadap stimulus yang lebih tinggi dari  perempuan termasuk juga dalam hal yang berkaitan dengan seks. Laki-laki lebih peka terhadap
stimulus (suara, sentuhan, dst) daripada emosi. Selain itu, otak perempuan mengandung hormon serotonin yang lebih banyak, yang juga membuatnya menjadi
lebih tenang.

Imajinasi Inferior Parietal Lobe

Inferior Parietal Lobe, Ia adalah salah satu dari tiga divisi dari lobus parietalis yang bertanggung jawab terhadap kemampuan
spasial. Area ini mengatur kemampuan visuo-spasial dan sangat perlu untuk hal-hal yang
berkaitan dengan matematika dan arsitektur. Hasil pengujian MRI menunjukkan bahwa inferior parietal lobe pada laki-laki lebih besar 6 % dibandingkan perempuan. Selain itu inferior parietal  lobe pada perempuan terlihat asimetris antara lobus kiri dan kanan.

Kemampuan untuk  membayangkan (imaging) dan membangun model imajiner tiga dimensi dari sebuah gerakan, posisi dan lainnya berkembang lebih baik pada laki-laki dibanding perempuan. Hal itu berwujud dalam kemampuan perancangan mekanis, pengukuran penentuan arah abstraksi, dan
manipulasi benda-benda fisik. Maka akan kita dapati banyak laki-laki yang senang mengutak-atik atau modifikasi suatu barang.

Memori si Hippocampus

Hippocampus merupakan bagian dari sistem limbik yang terletak di lobus temporal
medial otak. Bagian otak ini bertanggung jawab atas ingatan (memori) baik jangka panjang atau jangka pendek, dan juga berperan dalam pembentukan memori navigasi serta spasial.

Pusat memori (hippocampus) pada otak perempuan lebih besar dibanding pada otak laki-laki. Oleh sebab itu, perempuan mampu mengingat sesuatu lebih lama bahkan sampai pada detilnya. Kondisi ini pula yang menyebabkan laki-laki mudah lupa. Inilah yang menyebabkan laki-laki lebih mudah move-on dari sebuah trauma dibandingkan perempuan.

Namun perempuan pada saat tua akan lebih mudah kehilangan memori, kemampuan pengenalan spasial, dan juga menjadi pelupa.

Kotak-Kotak Otak Perempuan

Hal paling mendasar yang saya coba simpulkan dari keseluruhan materi hingga materi 7 ini bermula dari kerja otak sesuai dengan bagian-bagiannya di atas ya. Banyak sekali kotak-kotaknya, ada kotak memori, kotak keterampilan, kotak bahasa, kotak imajinasi, kotak visual, dan lain-lain. Sengaja juga mengikut sertakan gambaran otak laki-laki pula agar kita lebih mudah untuk memahami pola berfikir dan perilaku laki-laki baik itu suami maupun anak laki-laki kita. Agar sedikit banyak mampu mereduksi perasaan "kok ga nyambung sih?" "Kok ga ngertiin aku sih" "Akutu ga bisa diginiin" dan sebagainya.

Nah pada NHW 7 kami diminta melakukan tes bakat, untuk saya, secara online baru mencoba tes bakat dengan ST30 ini. Saya mencoba 4x tes dan hasilnya rata-rata sama untuk hal caring, serving, journalist dan synthetizer karena memang saya nyaman melakukan hal tersebut.

Berikut saya lampirkan hasil tes saya ya


Potensi kekuatan saya pada caretaker (ini benar), communicator (ini sepertinya masih harus saya asah), creator (ini benar), journalist (benar), server (benar) dan synthesizer (benar).

Lalu disarankanlah kami untuk membuat kuadran aktivitas. Begini yang menjadi kuadran saya



Pada kuadran suka dan bisa, suka dan belum/tidak bisa menempati hal terbanyak. Harus menambah jam untuk optimalisasi dan menuju produktivitas. Sedang pada kuadran tidak suka dan bisa aktivitasnya lebih sedikit dan itu menyangkut dunia angka dan hitung uang serta dunia mesin yang selama ini saya sering berkolaborasi dengan suami untuk kelemahan saya ini.

Perempuan itu unik karena memang fitrah dan otak yang menjadi dasar behaviour membuat warna tersendiri. Tapi bukan diri kita saja yang unik, laki-laki pun memiliki keunikan tersendiri dengan pulas mereka.

Adanya kelebihan dan kekurangan potensi pada laki-laki dan perempuan bisa menjadi sinergi yang luar biasa untuk memudahkan kita mencapai misi spesifik kita. Tidak merasa diri kita lebih dibanding suami atau sekeliling kita, karena setinggi dan sehebat potensi kita, dalam diri kita tetap ada kotak kelemahan dan ketidak sukaan kita.

Rupiah vs Izzah 

Seperti pemaparan di materi 7 bahwa practise makes perfect selama dilakukan pada area potensi kekuatan kita. Maka saatnya kita menambah jam terbang pada kekuatan kita. Disebutkan pula dengan mengutip pernyataan Abah Rama bahwa potensi kekuatan adalah aktivitas yang kita suka melakukannya dan bisa dengan mudah melakukannya serta hasilnya bagus dan produktif.

Nah, menggaris bawahi produktif di sini tidak semata tentang income yang diterima ya, namun Ibu menjelaskan kemuliaanlah yang dikejar. Rejeki itu pasti, kemuliaan harus dicari. Karena rejeki kita telah tertulis di lauhul mahfuzh.

Kembali lagi bahwa hidup kita beririsan dengan berbagai peran peradaban kita sebagai istri, ibu dan juga peran produktif kita. Kesemua hal yang telah kita petakan dalam kuadran semoga bisa menjadikan kita lebih bisa mengasah kemampuan kita. Meninggikan gunung potensi, menghindari atau mendelegasikan atau berpartner dengan suami apabila memungkinkan untuk berkolaborasi seperti di NHW 3.

Dan endingnya, kita harus bahagia ya maaakk.. !  Kalau emaknya bahagia seisi rumah pasti ikut berbunga kan 😙

Bahagia bukan sekadar hati kita berbunga, tapi bisa membuat kuncup-kuncup kebahagiaan yang berserak di kehidupan kita ikut bermekaran dengan kemanfaatan kita. 

Semangat ya mak 😍









Tidak ada komentar