NHW #5 Desain Belajar "ala Viana"

Bismillaahi..



Sebenarnya, 
Dosis kita di dunia ini sudah diukur-Nya
Indikasi mengapa kita diciptakan sudah tercantum
Dan langkah yang kita ambil sudah tersurat
Namun semua lenyap ketika kita terlahir

Karena bumi ini sejatinya adalah tempat kita belajar
untuk menemukan kembali segala label penciptaan kita

Jika kita merasa tak sanggup dalam kebenaran, yakinlah jalan ini sudah dipilihkan-Nya
Dosis pembelajaran kita sudah pas untuk berada di dunia ini

Yakinlah, tak akan ada efek samping
Ketika kita memilih berada di jalur-Nya
Jika pun ada ujian itu pasti
Karena dengan ujian demi ujian itu
Kita naik kelas dan lulus sesuai titah peradaban
(Viana Wahyu)


Deadline NHW sudah menyapa dan harus segera diselesaikan heuu.. Dan seharusnya NHW 5 ini lebih mudah bukan sih ? Karena dari NHW 1 hingga NHW 4 kita sudah banyak dituntun menuju jalan kesadaran jiwa kita 😄

Tapi seperti biasa, jalan emak-emak itu beda-beda ya untuk bisa merumuskan sebuah jawaban. Dan bagi saya, NHW 5 ini tetap saja rasanya hehe, soalnya mudah sebenarnya, jawabannya yang harus nunggu deadline datang 😂 (ngakuu.. maap yaa mak walas dan mak fasil, aye termasuk DLers nih)

Baik, kita coba belajar ala saya yaa.. Dan di waktu dekat deadline ini saya menemukan bahwa konsep ala saya ini seperti analogi obat. Kadar, dosis pemakaian, indikasi dan kontra indikasinya sudah ada. Tapi sengaja kita diminta oleh Allaah untuk terus belajar agar menjadi obat yang bermanfaat, dan bukan menjadi obat yang salah takar lalu menjadi toksik.





Desain belajar saya



Di sini goalsnya masih sama. Saya menggunakan 5W dan 1H seperti pemaparan di materi untuk memudahkan saya membuat desain.
⚘WHAT di sini sama dengan goals. Yang dari sejak NHW 2 kemarin saya menemukan bahwa goals saya ialah menjadi Bunda Bidan Profesional, meskipun masih secuil langkah dari rumah dari sisi yang diridhoi suami namun saya berusaha tetap bisa memanfaatkan dan sedikit bermanfaat dengan ilmu kebidanan ini.
⚘WHY sama halnya dengan menemukan misi spesifik mengapa kita diciptakan dan mengapa kita dipilihkan berada di tengah keluarga kita saat ini
⚘ HOW saya samakan dengan indikator-indikator pada check list saat tugas NHW #2. Link bisa dilihat di sini
⚘WHO saya artikan bahwa pelaku pembelajar di sinia ialah saya dan suami berserta anak-anak kami
⚘ WHEN sama dengan milestone yang baru di NHW 4 kita kerjakan
⚘ WHERE kurang lebih sama dengan penjelasan di NHW 4


Desain belajar untuk anak-anak



Sementara desain sigkatnya demikian ya, penjabarannya ada di NHW #2 ala viana

Mengapa suami tidak saya buatkan desain karena memang beliau punya planning sendiri. Dan seperti sudah dijelaskan mak fasil di kelas kemarin ketika saya bertanya, apakah ada Ayah Profesional di IIP ? 

Jawabannya ialah cukup seorang suami mendukung istrinya, membantu tugas-tugas istri terutama terkait pendidikan anak-anak maka seorang suami dengan sendirinya sudah menjadi Ayah Profesional 😍 begitu penjelasan mak fasil dengan mengutipkan kata-kata mutiara dari Bapak Dodik, suami bu Septi Peni. 

Jadi, saya yakin dan kami sudah bercakap bahwa kami punya gaya masing-masing untuk mendidik anak-anak. Tapi visi kami harus tetap sama. Apalagi suami akan kuliah, jadi cukuplah beliau membuat desain belajar sendiri dan mematuhi RPP akademisnya di kampus. Seperti halnya yang sudah sempat saya tuliskan di Surat Cinta pada ayahnya anak-anak 😙 bisa dilihat di NHW #3 ala viana

Teriring segenap doa untuk anak sulung kami, mas Achmad Azzam S.P yang hari ini Ujian Tengah Semester Tulis, moga Allaah mudahkan langkahmu ya, nak.. doa ayah bunda bersamamu. Juga segenap doa untuk suami, ayah Ziezam yang hari ini ada presentasi dan semoga dimudahkan segala jalan untuk kuliahnya ya yah 🤗 (hihi gapapa ya iklan dikit).

Pada akhirnya kita akan menemukan, hakikat diri kita ialah sebagai obat, ketika dosis, indikasi, kontra indikasi bahkan expired date kita sudah tertulis oleh-Nya. Ujian-ujian yang kita lalui tidaklah akan overdosis karena sudah sesuai kadar kekuatan dan keimanan kita pada-Nya.

Bila merasa ujian-ujian kita overdosis, sejatinya bukan ujiannya yang salah, melainkan diri kita yang belum menemukan misi spesifik kita menjadi abdi-Nya..

Semangatlah, para emak-emak pejuang 😍⚘


Tidak ada komentar