Matrikulicious (1) Remah-remah Keramahan CMSE ke Regional Aceh-Sumut



Kita tidak bisa memaksa kenangan manis atau pahit yang terukir pada setiap hati. Tapi kita bisa memaksa hati kita untuk membesarkan prasangka baik agar selalu ada kesan manis dari setiap orang yang singgah dalam kehidupan kita (Viana Wahyu)

Pekan Kejutan

Bila boleh berucap, kesempatan dan kesuksesan itu hanya masalah waktu dan sudut pandang. Semua dari kita memiliki potensi unik dan luar biasa. Setiap dari kita dibekali kekayaan intelektual dan keimanan untuk mengembangkan atau menemukan potensi dahsyat yang terselip pada diri kita. Yakinlah, kita memiliki jalan kesuksesan masing-masing, tempat masing-masing, cerita masing-masing dan labuhan masing-masing.


Bismillah, mengawali sharing ini saya jujur masih harus banyak menata diri, menata hati, menata kepingan bata perjalanan menggapai mimpi, tapi mungkin Allah ingin saya bisa sedikit berbagi tentang diri saya yang dari hati terdalam saya berharap semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman hebat di kelas Matrikulasi batch 7. Mohon maaf jika ada diksi yang tidak tepat ya teman-teman, karena sekali lagi saya masih belajar 😊



Setelah 7x SeSar alias Students Sharing (duh maap nih mak fasil #self cubit aja deh karena ganti-ganti nama karena biar mudah mengingatnya hihi) pekan ini kami diberikan info tentang CMSE alias Class Meeting Student Exchange aliasnya lagi pertukaran pelajar. Jadi mahasiswi yang terpilih bisa jalan-jalan ke regional lain, masya Allah.

Perwakilan CMSE ini dipilih dari 7 mahasiswa di kelas yang sudah melakukan SS.


Dan saya benar-benar takjub dan terharu ketika termasuk yang bisa nyempil di antara kekecean mereka. Ada mak Ketua kelas yang apoteker oke be-ge-te, ada womenpreneur muslim yang keren banget tapi masih muda, ada mak hafizhah yang ahli geografi astronomi dan mc handal, ada singlelillah kece yang juga apoteker keren, ada mak apoteker juga yang sedang master gizi, ada mak MC kece di dunia nyata yang keren banget lifemappingnya, multitalent abis.

Jujur saya ga percaya bisa masuk karena masih harus banyak belajar, dan teman-teman banyaaaak yang kece-kece, tapi bismillah semoga Allah ridho dengan semua langkah bermula dari SeSar ini. Terima kasih banyak untuk kesempatan dan bimbingan mak Fasil Nisa say, mak Hani say dan mak Putri say selama ini, maapkeun kalu keseringan curhat di kelas dan wapri yaaa..

Nyangkut di CMSE

Melihat kekecean 6 mak-mak, saya tidak terlalu berharap bisa lolos CMSE. Tapi qadarullah mak fasil mengumumkan kalau saya masuk menjadi perwakilan CMSE bersama mak hafizhah dan mak womanpreneur. Masya Allah.. terharuuu bangeet...bangeeet..

Dan saya ditugaskan untuk berangkat ke regional Aceh Sumut. Masya Allah, deg-degan tapi bahagia. Apalagi ketika saya menghubungi mak fasil Aceh yaitu mak Intan, yang akhirnya saya memutuskan untuk bertamu ke regional Aceh Sumut pada Senin malam atau beberapa jam lagi dari pengumuman CMSE. Sengaja memilih langsung hari itu juga karena hari-hari berikutnya bakal lebih sibuk dan yang penting biar segera hilang deg-degannya 😄😄 slide pun sudah sama dengan ketika tampil SS dan ga sabar segera bertemu teman-teman Aceh Sumut yang pasti kece-kece.


Bismillah aja deh.. siap aja meski asli dalam hati  masih deg-degan karena belum tahu dan ada contohnya selain kalau melihat SoTD (Star of The Day) dan SeSar/ SS kemarin, akhirnya curhat lagii ke mak Hani (hihii.. ga tau berapa banyak curhat ke mak walas yang sabar banget ini) dan inilah pesan beliau,


Akhirnya...
Berbekal doa dari mak-mak walas, mak fasil dan tentu saja teman-teman sekelas saya pun berangkaaat.. Semoga saya tidak mengecewakan harapan kelas Depok.. aamiin

Malam penuh semangat di Aceh dan Sumut

Ini nih ceritanya,

Catatan : klik saja gambarnya ya mak, kalau ingin lebih detail mengetahui tulisannya 🤗 saya juga tidak terlalu paham kapasitas gambar di blog padahal sudah large size.

Sambutan mak Fasil Aceh 😍

Alhamdulillaah jam 20.31 saya mendarat di Aceh Sumut dan disambut mak fasil berikut teman-teman di sana yang langsung disuguhi teh tarik yummy bangeet..

Lalu saya pun memperkenalkan diri,

Karena kemarin bingung juga mau bawain buah tangan untuk teman-teman Aceh Sumut akhirnya ini buah tangan sekadarnya, hihi.. Di kelas sudah menunggu teman-teman Aceh Sumut. Saya dikenalkan dengan walas Aceh Sumut yaitu Bunda Dinie (dari Regional Aceh) & Bunda Odilia ( dari Regional Sumut) dan ketua kelasnya yaitu kak Putri 😊 Masya Allah senangnyaaa tambah teman dan saudara in sya Allah 😍


Bismillah.. lalu mak fasil menyajikan slide saya. Oh iya saya sedikit nakal malam kemarin yang meminta saya ikut dipanggil kakak juga sama kayak teman-teman Aceh Sumut 😍😍😀 sebab ketika nanti kami kembali ke Depok maka akan kembali dipanggil mak hihi.. gapapa yaa jadi sedikit muda lagi semalam 😄😄 


Ini versi trailernya ya teman-teman, versi lengkapnya ada di drive jika ingin mengunduh

Dan mulailah sesi tanya jawab yang hampir seluruhnya menanyakan perihal kesehatan

Pertanyaan dan jawaban pertama

Masya Allah.. saya jadi kangen loh masa-masa menjadi bidan di ranah publik,




Makin semangat... masya Allah seperti benar-benar melihat diri saya ketika masih jadi bidan dan bismillah semoga Allah wujudkan impian salah satu "have" dengan bantuan doa teman-teman Aceh Sumut malam itu.

Lanjut...


Makin tambah semangat...



Masih semangat...
Tapii sayang tidak terasa sudah terlewati satu jam.. ketika itu sudah jam 21.33 dan diingatkan oleh mak fasil, kak Intan (hihi jadi manggil kak). Sudah persiapan pamit-pamit dengan teman-teman (berikut remah-remah candaan tidak terasa waktu sudah hampir jam malam) begitu benar-benar akan pamit tapi ada satu pertanyaan lagi yang masuk. Karena saya sudah ijin pamit dan sudah jam 21.53 khawatir kemalaman, akhirnya pertanyaan keenam saya jawab via wapri. Berikut pertanyaannya,

Dan ini jawabannya yang disusulkan dishare ke kelas Aceh-Sumut (gambarnya salah ngedit, gapapa yaa)


Sebenarnya masih pengeen banyak berbincang dengan teman-teman Aceh Sumut yang luar biasa, apalagi membahas masalah kesehatan yang semakin lama semakin berkembang namun faskes masih tumbuh seiring kondisi demografi dan geografis daerahnya. Saya senang jadi ikut belajar lagi juga.

Masya Allah sebelum benar-benar pamit kembali ke Depok saya dapat oleh-oleh, anggap saja seperti buket bunga untuk saya dan ada bundel untuk oleh-oleh teman-teman Depok.. alhamdulillaah..



Masya Allah apresiasi yang cantik secantik teman-teman Aceh Sumut beserta mak fasilnya

Dan oleh-oleh untuk teman-teman saya share drivenya di grup kelas kita aja yaaa 🤗

Akhirnyaa jam 21.57 saya benar-benar pamit dan diantar pulang oleh mak Intan yang menitipkan salam untuk mak Nisa ⚘

Dan ternyata setelah jawaban wapri saya dishare kembali ke grup Aceh dan Sumut mendapat respon kembali, berikut sedikit chat kemarin ya mak, banyaaak sekali sebenarnya respon keramahan teman-teman Aceh Sumut tapi ini beberapa saja semoga mewakili ya,






Masya Allah ada yang punya buku antologi saya.. senangggg sekali perjalanan virtual ke regional Aceh dan Sumut. Benar-benar memimpikan suatu ketika saya dan keluarga beseerta seluruh teman-teman diijinkan bisa berkelana di bumi-Nya, salah satunya ke Aceh dan Sumut yang ramah dan luar biasa.


Alhamdulillaah untuk semua kesempatan indah bisa bersilaturahim ke Aceh Sumut, terima kasih mak fasil Nisa, mak fasil Intan, mak walas Hani, mak walas Putri, mak walas Aceh Dinie dan mak walas Odilia, dan kak Putri, ketua kelas Aceh yang kece, mak Winda ketua kelas Depok, serta semua teman-teman Depok dan Aceh Sumut. Terima kasih banyak IIP. Semoga Allah mudahkan jalan kita semua untuk menggapai semua impian indah kita ya.. aamiin ya robbal alamiin.

Hikmah Belajar ke Aceh-Sumut

Kadang cinta tak begitu saja menghampiri kita, adakalanya kita harus menjemputnya dalam perjuangan. Seperti halnya kita berdamai ketika mencintai yang kita lakukan, sebab hidup tak selamanya berarti jalan kita untuk melakukan yang kita cintai, tapi juga belajar mencintai apapun kondisinya.

Dari waktu yang disediakan untuk bersilaturahim dengan teman-teman Aceh Sumut, saya memperoleh sedikit kesimpulan (semoga tidak keliru) bahwa terkait fasilitas kesehatan di Aceh Sumut masih terus berbenah untuk bisa semakin update dalam pelayanan dan inovasi kesehatan. Tapi saya senang sekali loh, bisa berbagi sedikit ilmu kesehatan yang jadi sarana saya belajar juga dan saya senang sekali dengan antusiasme teman-teman untuk peduli pada kesehatannya.


Meski secara geografis Aceh dan Sumut berbeda dengan Depok yang bersebelahan provinsi dengan ibukota, tapi saya yakin, di Aceh dan Sumut yang berada di ujung barat Indonesia, di sana tidak kekurangan orang pandai dan shalih/shalihah untuk memajukan bumi bagian barat Indonesia tersebut. Saya yakin sekali teman-teman Aceh dan Sumut bisa terus berjuang dan menjayakan potensi daerahnya dan menjadi bagian dalam menjaga negeri tercinta ini dengan perubahan terbaik.

Saya yakin, kelak teman-teman Aceh dan Sumut akan melahirkan pembaharuan luar biasa. Aamiin in sya Allah..

Selamat menikmati "kehamilan pembelajaran" mak, selamat menikmati setiap kebahagiaan pada setiap fasenya. Bersemangatlah. Yakin. Bayi perubahan yang gemilang akan terlahir dari rahim perjuanganmu 💕

Salam,

Viana Wahyu⚘
Mahasiswi Matrikulasi IIP Batch 7 Regional Depok 2 bersama teman-teman sekelas yang penuh cinta





Tidak ada komentar