Minggu, 25 Desember 2011

Aksi Demo Pengantin Baru

Hari kedua setelah akad pernikahanku di Ngawi, aku dan suami pergi ke rumah mertua di Sidoarjo. Dalam perjalanan itu aku merasakan indahnya pacaran, apalagi pacaran halal, karena memang aku tak pernah pacaran sebelumnya dan aku sangat bersyukur aku bisa menikmati pacaran di saat yang tepat. Di bus kami bercerita, saling memandang, berpegangan tangan bahkan beberapa kali aku kecolongan karena suamiku tiba-tiba mencium pipiku. Tempat duduk kami yang di belakang dan tanpa penumpang lainnya di sebelah kami membuat suamiku lancar menjalankan aksinya. Hadooh nekat pisan, hihi.

Tibalah di Kota Sidoarjo, tepatnya di depan RSUD tempat kami menunggu angkot yang akan membawa kami ke sebuah desa di dekat Lapindo. Lama nian menunggu, hari sudah malam pula. Akhirnya untuk mengusir kantuk aku meminta suamiku untuk mendendangkan nasyid. Awalnya nasyid yang romantis namun aku berpikir sepertinya akan lebih romantis jika aku ikut bernasyid.

Jreeenng! Pilihan kami pun jatuh pada nasyid perjuangan "Samudera Kehidupan" Shoutul Harokah. Sambil bernostalgia masa-sama kami kuliah dulu. Lirik nasyid yang ritmik akhirnya membuatku mengepalkan tangan sambil sedikit menggoyangan badan, sedang suamiku mengepalkan tangan sambil melonjak-lonjak persis seperti para mahasiswa yang sedang demonstrasi. Saking asyiknya, mungkin hingga tiga lagunya ShouHar kami lantunkan(kalau ada produser lagu lewat barangkali bisa kecantol duet maut kami, hihi) kami tak menghiraukan tatapan orang-orang di sekitar kami meski mungkin mereka membatin dalam hati, salah tempat mbak kalau mau demo hehe. Memang ya jika sedang fall in love dunia hanya milik berdua, yang lain ngontraaakkkk...*hayoo sini bayar kontrakan ke aye ^_*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar