Jumat, 26 Juni 2020

Mengikuti Jejak Astronaut Pertama Bumi tanpa Roket



Keyakinan bukan saja tangga penghubung masa lalu yang tidak tersusun dari fosil kita, tapi juga menjadi penyambung masa depan yang belum pasti menjadi milik kita

Jejak Pertama sang 'Astronaut'

Malam itu, seolah langit dan bumi menggelar karpet merah atas undangan istimewa. Bumi seakan berhenti bernafas, hanya seorang penduduknya saja yang melintasi sudut-sudut istimewa di atasnya. Dalam beban hati karena kepergian dua kekasih, Allah meringankan dengan menjadikannya tamu langit.

Menapaki Masjidil Haram yang suci menuju Masjidil Aqsha yang penuh keberkahan. Menaiki tunggangan pilihan dengan laju di atas kecepatan cahaya, bersama tour guide spesial yang agung dengan sayap-sayap ketulusannya.

💖

Allahumma sholli 'ala Muhammad
Ya Rasulullah, Engkaulah manusia terpilih itu. Penduduk bumi yang dirindukan penduduk langit. Lapis demi lapis terdapat penyambutan dalam kesyahduan. Hingga sampailah Engkau di hadapan penguasa alam semesta yang maha sempurna.

Gemparnya Bumi

Penduduk kota Mekkah geger!
Kisah Rasulullah yang menaiki langit tanpa roket, menembus lapis-lapis bumi dan langit tanpa mengenakan pakaian antariksa khas astronaut masa kini, pada 27 Rajab 621M, sangat mencengangkan!

Tapi Allah sudah membekali tamu istimewanya dengan bukti yang kuat dan tak terbantahkan, jika kita mengkaji dan belajar lebih dalam. Allah pun sudah menitipkan keyakinan luar biasa pada diri sahabat pertama yang selalu membenarkan segala ucapan Rasulullah. Abu Bakar adalah orang pertama yang meyakini kebenaran peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad saw.

Ada oleh-oleh paling indah yang dibagi Rasulullah bukan saja untuk umatnya saat itu, tapi juga untuk umatnya yang berada 14 abad ke depan. Oleh-oleh penuh cinta dari-Nya untuk umat nabi Muhammad saw. Oleh-oleh yang membuat bisikan ke bumi terdengar dan bahkan mampu mengguncang langit.

Masya Allah 😍

Kami terpisah jarak yang amat jauh dengan kekasih-Mu, zaman di kala belum ada kamera untuk merekam bukti autentik perjalanan, tidak ada gadget yang dengan mudah bisa berbagi ke sosial media dengan foto selfie, belum adanya para ilmuwan yang menjadikan manusia menembus langit-Nya.

tapi,

Allah memiliki rekam jejak terindah di sini,

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui." (QS Al Isra':1)



Kupu-kupu Antariksa

Suatu kebesaran Allah juga, manusia diberikan ilmu untuk meninggalkan bumi (sementara) dan bisa kembali ke bumi. Dibukakan hikmah untuk merumuskan teori merancang roket, memiliki ilmu agar menjadikan manusia sebagai kupu-kupu antariksa, berbaju Extravehicular Activities Suit (baju astronaut berwarna putih) ataupun Advanced Crew Escape (baju yang berwarna orange).

Pernah nonton film Iqro My Universe yang digagas oleh ilmuwan-ilmuwan shalih kita di ITB?

Saya pernah menulis reviewnya di sini → review film Iqro My Universe 😍

Film yang menjadikan saya makin jatuh cinta pada astronomi, salah satu jurusan yang sempat mampir dalam benak saat SMA, namun ternyata hanya bisa menjadi pengagum langit bukan sebagai astronom, melainkan hanya sebagai penikmat saja.

Sebuah kalimat yang sangat saya suka berdasarkan dari film Iqro My Universe ialah,

"Siapakah astronaut pertama bumi?"

Dan ternyata jawaban saya benar, ketika saya membisikkannya ke anak sulung saat di bioskop bahwa,


astronaut pertama bumi ialah Nabi Muhammad saw

lebih cepat sepersekian detik dari jawaban tokohnya 😄

Halnya dengan sang adek, ia pun mengetahui dan mengingat tentang astronaut dari visualisasi film tersebut. Meskipun secara scene tidak ada penggambaran ketika astronaut yang di dalam roket meluncur ke angkasa, namun ia mendapatkan visualisasi dari media lain seperti buku, coretan sederhana kami, maupun salah satu tokoh kartun (duh, emak tutup muka).

'Astronaut Kini'

Saat bumi sedang recovery ini banyak 'astronaut' yang tetap menapak di bumi, dari jejak pertama 1400 tahun yang lalu. Anak bungsu saya mengatakan, "dokternya pakai baju astronaut ya, bun?"



Gaun APD, masker, penutup kepala, faceshield, sarung tangan, sepatu boot adalah penampakan yang menjadi biasa kita lihat sehari-hari. Para 'astronaut' yang mengabdikan dirinya untuk menjadi pejuang garda terdepan melawan wabah.

Sebuah kondisi yang bisa jadi sebagai pengingat oleh-oleh kekasih-Nya. Mungkin Allah ingin penduduk bumi saat ini banyak bersujud, bersimpuh ke bumi untuk melangitkan harapan terbaik bagi umat manusia dan bumi yang kita tinggali ini.

Mungkin Allah ingin kita semua menjadi 'astronaut' dengan roket doa-doa kita agar diaminkan para penduduk langit,

Mungkin Allah rindu kita banyak bersujud memeluk bumi,

Semoga Allah selalu berikan skenario terbaik untuk kita dan bumi kita. Aamiin

Langit memang indah, tapi tanpa berpijak di bumi kita tak bisa tahu keindahannya, karena hanya bumi tempat tinggal terbaik kita



---------------

Salah satu sudut bumi-Nya,

untuk ikut menyemarakkan oneweekonewriting, owow, rumbel menulis, Ibu Profesional, Ibu Profesional Depok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar