Sabtu, 31 Oktober 2020

8 Tips Rahasia 10 Ribu Jam Jadi Master ala Momster



Pernah dengar bahwa untuk menjadi seorang ahli/ master di bidang yang kita tekuni, maka harus mencapai 10 ribu jam terbang? 

Artinya melakukan konsistensi kegiatan yang kita pilih sampai terpenuhi dalam sepuluh ribu jam = 600 ribu menit. Ah, tidak usah dihitung juga bilangan detiknya ya, apalagi kalau dikalikan hari dalam setahun, bisa makin mabuk kalau ketemu bilangan berpangkat, hihi

Penasaran darimana sih teori 10 ribu jam ini bermula, dan apa saja delapan tips rahasia ala momster, mommy master, untuk menggapai hitungan waktu spektakuler ini?

Yuk, kita kupas bersama-sama, sudah sampai tahap mastah atau masih jadi bahan mentah nih?

Asal Mula Hukum Sepuluh Ribu Jam

Setelah melalui bantuan mesin pintar, terkuaklah misteri pernyataan legendaris tentang 10 ribu jam yang, ternyata datang dari sebuah buku berjudul "Outliers" karya Malcolm Gladwell, yang mengemukakan bahwa untuk menjadi ahli, kita perlu melakukan kegiatan tersebut selama 10 ribu jam.

Saya belum pernah baca sih bukunya, tapi kalimat ajaib ini sering ditemukan di mana-mana, apalagi emak-emak memang suka menclok sana-sini ya.

Jika ada yang mau minjami, sok atuh boleh kirim ya, hihi.

Tips Mencapai Target 10 Ribu Jam


Kali ini tipsnya disarikan dari beberapa sumber dan sharing ala momster ya, mommy master lho ya, bukan mommy monster, heuheu.

Satu, fokussssss, yes! Kalau dalam dunia emak-emak fokus ini tantangan banget ya, jika dulu saat masih single mudah saja milih kapan waktu untuk berdua dengan target kehidupan, tapi sejak jadi emak-emak, harus mengondisikan tugas kenegaraan dulu agar waktu me time menjalankan kegiatan yang jadi fokusnya bisa lancar bak jalan tol.

Termasuk fokus juga di sini ialah, menentukan bidang mana yang ingin Mak tekuni. Apa saja kelebihan dan kekurangan diri. Boleh dilist sebanyak-banyaknya apa saja nih. Dan jika sudah lingkari apa saja kelebihan Mak, dan jadikan kelebihan dan kebisaan Mak itu sebagai fokus yang akan mak beri tanda titik merah sasaran memanah, Mak. Cihuyyy.

Dua, adopsi metoda Kaizen. Pernah dengarkah cara yang berasal dari negeri sakura ini? Kalau dari namanya mirip seperti nama ninja bukan, sih? Hihi

Nah, jadi begini, dalam Kaizen ada alokasi waktu yang bermula dari sedikit waktu dulu untuk bisa fokus melakukan kegiatan. Katakanlah untuk menulis, maka sesuai metoda Kaizen ini, lakukanlah kegiatan selama satu menit saja dulu. Tapi terus menerus dikerjakan sehari-hari di waktu yang sama.

Nantinya jika bisa konsisten, naikkan dosis waktunya. Bisa menjadi lima, sepuluh, setengah bahkan 2 jam sehari. 



Tiga, bikin timeline. Pasti sudah pada bisa ya emak-emak zaman now, bikin garis waktu ini mah. Tetapkan waktu kapan kita merencanakan kegiatannya dan target capaiannya. Misal dalam sehari melakukan kegiatan sesuai passion selama 1 jam, maka dalam setahun ada 365 jam kan.

Jadi kalau kita merencanakan untuk mencapai 10 ribu jam, maka diperlukan waktu 27 tahun! 

OMG, sudah kepala berapa usianya kini, Maaaak?

Hihi, tenang jangan jadi panik dulu. Bikin saja target kita, ya. Semoga dimampukan mencapai target maksimal ya, Mak Say.

Empat, susun strategi perang. Wohooo, bukan saja memberi makan anak atau mengatur RAB kementerian perdapuran ya, mak yang butuh strategi. Tapi mimpi dan cita-cita Mak untuk menjadi ahli juga perlu banget strategi, lho!

Misal strateginya dengan meluangkan waktu istimewa di saat penghuni kerajaan Mak sedang istirahat, maka bisa Mak pilih waktu setelah sholat Subuh, atau sebelum Subuh, atau malam setelah semua penghuni terlelap dalam mimpi, dan saatnya emak menjadi Cinderella yang berduaan dengan target kegiatan sampai jam labu berdentang, hehe. Temukan sendiri strategimu ya, Mak. 





Lima, upgrading. Ah, bukan cuma berhias yang perlu diupgrade rate konsumsinya ya, Mak hihi, tapi juga kualitas atau skill. Bisa tuh selama khususnya selama pandemi gini kan, banyak kursus online, kelas daring yang sesuai dengan passion mak dan bisa diikuti. Ada yang gratis pula, kan malahan, Mak. Hihi peluang emas deh.

Siapa tahu dengan menambah skill ini maka Mak bisa lebih produktif ya dalam menuju jam terbang emak peri yang 10k itu, hehe

Enam, akselerasi. Hmm kalau bicara hal ini sama dengan ngobrolin jalan tol ya, Mak. Karena terjadi percepatan dalam jarak yang sama sehingga semakin memendeklah jarak tempuhnya. Aih, bingung ga Mak bahasanya? 

Begini deh, jadi tak bisa dipungkiri bahwa dalam perjalanan menggapai 10 ribu jam ini, sering terjadi percepatan. Hal itu bisa berupa pengakuan terhadap diri Mak, bahwa hasil yang Mak capai sudah bisa dikatakan pro atau profesional, padahal Mak merasa baru melakukan 365 jam misalnya. 

Bisa saja memang Mak dikaruniai sebagai tipe fast learner, atau ada cara lain yang menjadikan Mak bisa lebih melesat bersama roket waktu Mak. Untuk lebih detailnya, coba gali diri Mak ya, sejauh mana percepatan yang bisa Mak ambil dengan segala komponen dalam ekosistem yang bisa dimanfaatkan sebagai pendukung. 



Tujuh, yakini bahwa perkara hasil adalah hak mutlak Allah. Ini penting banget ya, Mak ditanamkan sampai mengakar kuat di pikiran. Tugas Mak dan juga seluruh umat manusia ini adalah berusaha yang terbaik, menjalankan peran semaksimal mungkin, dan menyerahkan pencapaiannya pada-Nya.

Sebab, jika di atas sempat kita hitung bisa saja tercapainya 10 ribu jam itu adalah selama 27 tahun, uwuw banget kan, mak? 

Timbul pertanyaan, masih ada usiakah kita? Atau malahan di tengah perjalanan kita menjadi emak labil yang banting setir lalu beralih passion, hehe

Kita memang tak pernah tahu sampai halaman berapa buku kehidupan kita akan terus bisa ditulis, tapi ada doa dan tulisan yang selalu bisa mengantarkan kita pada halaman terakhir dengan jaring langit. (Viana Wahyu)

Ada nih, firman Allah yang bagus untuk kita renungkan dalam Al-Quran Surat Al Hajj ayat 47, 
" ... Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu."

Nah, barangkali Allah berkenan memberikan diri kita hitungan waktu yang lebih baik dari hitungan kita. Ingat kan ketika Allah berikan kesempatan Lailatul Qadar? Ada satu malam yang bernilai 1000 bulan= 83 tahunan ya. 

Wallahu alam jika Allah ridho memberikan waktu pencapaian yang lebih sedikit dari 10 ribu jam untuk kita tempuh? 

Jadi, tetap lakukan yang terbaik dong ya, Mak. Karena ada tips terakhir nih yang bisa bikin senyum.

Delapan, jangan lupa bahagia. Sejatinya 10 ribu jam itu hanyalah angka ya, Mak dan hanya motivasi kehidupan kita. Jangan jadikan sebagai beban yang bikin dahi berkerut, karena kerutan akan datang pada waktunya, jangan dipercepat dengan pikiran berat ya, duhai emak-emak pejuang anti aging, hihi.

Enjoy the moment!

Hari ini, saat ini adalah waktu terbaik kita. Di saat kita mengikhlaskan hari kemarin sebagai kenangan, dan esok sebagai harapan yang tergenggam. (Viana Wahyu)

Jika bukan dirimu yang membahagiakan diri, maka bagaimana rumahmu, istanamu akan ikut bahagia? 

Jadi ayo terus semangat, momster. Mommy master





Tidak ada komentar:

Posting Komentar