COPAS, COPy sesuai ASlinya dunk !



Sebenarnya ini endapan perasaan dari sekian lama, namun terpending berkali-kali oleh urusan yang (sok) penting, hihi.

Baiklah, langsung to the point aja yaaa....


unduh dari : http://www.umnet.com/free-screensaver/108431-white_tulip_640x480



COPAS, COPy sesuai ASlinya dunk.. !
~ Viana Wahyu ~ 


"Biarkan kata-kata itu sendiri yang membela diri. Viana hanya jadi perantara melahirkannya."

Pertama kali kenalan dengan istilah copas itu saat kuliah, dan bukan dari teman-teman satu kuliah, melainkan dari teman-teman yang beda kampus dan jurusan.  Jurusan yang Vi ambil adalah jurusan kesehatan yang waktu itu semuanya harus manual (hikss), komputerisasi baru bisa dinikmati saat adek kelas berjaya (wong saat itu bawa laptop ke kamar asrama saja dilarang e :D) 

Tahu ga artinya copas apa hayooo...? Copy and paste alias salin dan kutip, sob.

Dan makin ke sini ternyata istilah itu makin sering terdengar dan menjadi suatu wabah yang tidak mematikan tapi menghebohkan. Sebab dengan dukungan teknologi-- dan memang teknologilah pemicunya-- wabah copas ini kian mudah ditemukan. Dan akan amat sangat mengherankan jika pemakai teknologi itu tak melazimkan copas, hehe.

Sebenarnya, copas boleh-boleh saja dan amat sangat dibolehkan sekali jika memang tujuannya untuk kebaikan, misal saat mem-BC alias membroadcast info kebaikan yang need urgent atau info penting. Hanya saja, copas ini sempat menimbulkan stuck pada Vi. Menumbuhkan rasa malas dan enggan untuk menulis, sebab bukan saja sebuah tulisan yang panjang, hatta sebuah status yang hanya terdiri dari kalimat sederhana saja dan hanya terdiri dari minimal tiga kata pun habis kena virus copas tanpa nama Vi.

Seharusnya senang jika status atau setiap kebaikan apapun yang niatnya kita bagi menjadi sebuah bahan copas dan disebarluaskan, namun yang membuat Vi enggan menulis itu ketika copas itu berarti bebas menCOngkel POStingan, hiks.